Manfaatkan Momentum Untuk All Out Memenangkan Pileg Dan Pilpres 2019

Politik  SELASA, 08 JANUARI 2019 , 06:36:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Manfaatkan Momentum Untuk All Out Memenangkan Pileg Dan Pilpres 2019

Zulkifli Hasan/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Dalam agendanya ke Kalbar, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Dr. (HC) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M berkesempatan memberikan Orasi Politiknya dalam rangka Pembekalan Kader dan Caleg PAN se-Kalbar di Hotel Kapuas Palace, Pontianak, Senin (7/1).
Dalam Orasinya, Zulkifli Hasan (Zulhas) mempercayai bahwa kader-kader PAN di Kalbar sudah bekerja keras, mengingat agenda Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) tahun 2019 yang sudah semakin dekat.

"Saudara-saudara, kita sudah ada survey, dalam survey itu yang menentukan saudara terpilih atau tidaknya itu adalah orang, manusianya, rakyatnya, jadi setiap rumah, setiap penduduk, yang menentukan orang memilih itu adalah rumahnya sendiri, dalam satu rumah, bukan karena hal lain dan itu turut menentukan kemenangan," ujarnya yang kini juga menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI).

Zulhas menambahkan bahwa sebanyak 85 persen yang menentukan terpilihnya caleg PAN itu adalah orangnya, artinya lingkungan tempat tinggalnya sekaligus memaparkan terkait rumus agar kader PAN bisa terpilih.

"Untuk Caleg Kabupaten/Kota, minimal target 1 hari harus 10 titik berkunjung di setiap TPS. Kalau orang bekerja itu, mesti banyak kenalannya, misalnya kalau kades saja tidak kenal apalagi RT. Terkait ikhtiar 1 hari 10 titik, ini sudah saya praktikkan selama 20 tahun, jadi jangan keliru, dan jangan mengeluh, kalau mengeluh dan komplain, bisa jadi gak terpilih," ungkapnya kepada para kader dan caleg PAN yang hadir pada forum tersebut.

Zulhas menjelaskan jika sosialisasi kepada pemilih, paling tidak diusahakan untuk 3 kali berketemu, minimal 2 kali ketemu.

"Jangan cuma 1 kali ketemu saja, kalau 1 kali belum tentu timbul rasa empati, karena bisa saja kecenderungan memilih dapat berubah, tetapi kalau sudah sampai 3 kali ketemu, sudah saya pastikan akan timbul rasa empati untuk memilih kita. Oleh karena itu, terus bekerja, tidak ada lagi waktu santai lagi," imbuhnya.

Ketua Umum PAN juga menegaskan kepada kader, khususnya kepada caleg-caleg PAN yang akan bertarung pada Pileg tahun 2019 ini, agar harus membangun empati kepada calon pemilih yang akan dituju. Tahun ini adalah momentum yang begitu besar, karena dengan ongkos yang murah sekaranglah saatnya.

"Saat ini sudah mulai ada semacam pertempuran ideologis, itulah yang harus kita bangun hubungan emosional empatinya, saudara kasi uang berapapun, kalau memang mereka sudah ke sana arahnya, gak akan berubah, begitu juga bagi kita sebaliknya, Keliru jika saat ini memerlukan ongkos yang mahal, kalau punya uang banyak lalu bisa terpilih itu salah! Ada momentum yang lebih besar, secara spontanitas orang-orang itu lebih memilih Prabowo-Sandi. Bagaimana cara merubahnya yang semula orang-orang tidak mengenal kita? caranya, jalani, sapa, karna saya sudah tes ini di lapangan," lanjutnya.


Zulhas memaparkan bahwa Pileg kali ini adalah pertarungan cepat.

"Kita mesti siaga, mesti siap, ini adalah perebutan kekuasaan, tidak ada yang mudah, saudara-saudara harus bekerja dengan baik, baru bisa berpeluang untuk terpilih," tegasnya.

Zulhas menginstruksikan kader PAN, khususnya caleg-caleg PAN yang akan bertarung dalam Pileg mendatang agar dapat mengedukasi calon pemilih dengan baik, meliputi penjelasan tentang bagaimana cara mencoblos yang benar dan terarah untuk memilih caleg yang bersangkutan, karena hal inilah yang akan turut menentukan kemenangan PAN di Pileg tahun 2019.

Disela-sela Orasi Politiknya, Zulhas juga menjelaskan tentang survey terkait keinginan orang untuk menentukan pilihannya.

"Karena berdasarkan survey, yang menentukan keinginan orang untuk memilih adalah, pertama yaitu mengenai ekonomi, seperti halnya Sandiaga Uno, bagaimana untuk membuka peluang dibukanya lapangan pekerjaan dan tenaga kerja asing tdk diperbolehkan masuk, kecuali expert. Lalu yang kedua, stop impor, kita akan mengunggulkan ekonomi dalam negeri, agar harga-harga kebutuhan tidak bergejolak. Dan yang ketiga, kita akan melatih anak-anak muda, melalui dana CSR yang akan diberikan sebagai kredit pinjaman lunak," ungkapnya.

DPR itu tugasnya membuat peraturan bersama pemerintah, tentang bagaimana memperjuangkan aspirasi kemanfaatan Undang-Undang (UU) bagi rakyat Indonesia.

"Jelaskan saudara-saudara posisi kita, mana yang perlu kita sampaikan dipilah-pilah, itulah konsep membangun perjuangan bersama-sama, karena menjadi anggota DPR itu bukan main-main, itu pertarungan politik, pertarungan perebutan kekuasaan, bukan sukarela. Jadi, pada pemilu kali ini, logistik memang dibutuhkan, tetapi yang paling menentukan adalah bagaimana caranya untuk mendapatkan empati dari calon pemilih," ujarnya.

Zulhas menghendaki bahwa antar kader dan caleg PAN harus saling support dalam memenangkan Pileg tahun 2019, bagi yang mencalonkan sebagai anggota DPR mesti tandem untuk kerjasama.

"Oleh karena itu, calon legislatif, baik di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi maupun DPR-RI, tidak boleh berantem, apa lagi menjelekkan satu dengan yang lain, boleh gesek-gesek sedikit, tapi jangan sampai mematahkan kaki, itu tidak boleh! Namanya kompetisi partai politik pasti ada persaingan, kalau ada yang berantem, berarti coret saja namanya, berarti orang itu egois, karena jika terpilih nanti dia pasti gak ngurus rakyat, gak ngurus partai, gak ngurus kader, malahan hanya ngurus dirinya saja sendiri," ungkapnya.

Zulhas meminta kepada kader dan caleg PAN Kalbar untuk menanamkan dalam pikiran masing-masing bahwa ini adalah perebutan kekuasaan, bukan caleg-calegkan, bukan sekedar pajang=pajang foto, ini pertarungan politik, perebutan kekuasaan, yang akan menentukan arah indonesia,

"Jadi saudara-saudara, persoalan kita caleg ini bukan cuma pesta satu hari, atau pesta lima tahun sekali, ini pertarungan kekuasaan yang akan menentukan arah indonesia ke depan seperti apa. Kalau saudara ingin bela umat, bela rakyat, maka harus berjuang, karena ini perjuangan untuk menentukan masa depan kita, menentukan bagaimana nasib anak-anak kita kelak di masa yang akan datang. Dengan saudara nanti jika terpilih sebagai anggota legislatif, itulah nantinya yang akan menentukan indonesia wajahnya seperti apa? Ini bukan soal rasis ataupun soal suku, tetapi soal keadilan, itu yang kita perjuangkan, ada UU pertanahan, ada UU perpajakan, ada UU ekonomi, kalo UU tersebut tidak di jaga di tataran DPR di segala tingkatan, bagaimana nasib bangsa ini? Itulah pertimbangan saudara-saudara, itulah pertimbangan saya, itulah perjuangan kita, untuk itulah PAN ini ada," ujarnya.

Zulhas menjelaskan bahwa inilah yang disebut pertarungan politik dalam demokrasi, sehingga hal ini jangan dianggap sederhana.

"Ibu-ibu, bapak-bapak, temen-teman semua, saudara-saudaraku, ini bukan sederhana, pertarungan politik, pertarungan kekuasaan, yang akan melahirkan UU kebijakan-kebijakan strategis! Bagaimana menentukan wajah Indonesia di 5 tahun bahkan 10 tahun yang akan datang, dan kita ini harus berkomitmen untuk cita-cita Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat dan adil, dengan berdaulat itu maka akan bisa berlaku adil," ungkapnya.

Kedaulatan itu akan menentukan mandiri atau tidak, berdikari dalam bidang politik, berdikari dalamm bidang ekonomi, berdikari dalam bidang budaya, dan lain sebagainya.

"Bukan merdeka tetapi tidak berdaulat, itu yang kita tidak mau, kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri, ekonomi harus ekonomi pancasila. Jadi, perjuangan kita ini adalah untuk Indonesia, perjuangan untuk cita-cita Indonesia merdeka, seperti halnya cita-cita saat PAN berdiri adalah untuk cita-cita reformasi," tegasnya.

Zulhas berpesan bahwa harus selalu bergaul dengan berbagai komponen di dalam masyarakat.

"Pesan selanjutnya dari saya adalah selalu bergaul, datangi lurah, datangi RT, datangi tetangga, perkenalkan diri serta minta restu dan dukungan mereka. Kalau orang bekerja keras, kita mesti harus bekerja lebih keras! Kalo orang bekerja banyak, kita mesti harus bekerja lebih banyak! Ditambah doa, Insya Allah kita akan menang," ungkapnya.

Zulhas mengharapkan kader dan caleg PAN Kalbar untuk terus bergerak dan aktif lalu kembali melanjutkan pesan-pesan politiknya.

"Nah, kalau saudara selanjutnya besok tidak All Out, tidak bekerja habis-habisan, itu rugi kita, sekali lagi karna ada momentum! Ada momentum sekali lagi datang kepada kita, momentum terbaik, dan saya yakin kader-kader PAN adalah kader-kader yang tangguh, ancaman dan tekan yang ada justru akan menjadi vitamin bagi kita untuk bekerja lebih keras lagi, kita bekerja lebih kuat lagi, kita buktikan kepada rakyat indonesia bahwa pada tahun 2019 ini (PAN) akan menjadi partai yang jauh lebih besar lagi. Saya ingatkan sekali lagi, bahwa momentum ini datang, ayo rapatkan barisan!," tegasnya.

Kemenangan dalam Pileg dan Pilpres tahun 2019 dapat terwujud jika didasari dari niat kemauan.

"Kemenangan bisa terwujud kalau saudara mau, kalo saudara mau pasti akan bisa. Bagaimana caranya agar bisa? tadi sudah saya kasi resepnya, yaitu 10 titik untuk kabupaten/kota, 10 titik untuk provinsi dan 10 titik untuk DPR-RI, serta bergaul. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua," ungkapnya.

Diakhir Orasi Politiknya dengan memberikan kata-kata motivasi kepada kader dan caleg PAN Kalbar yang hadir di forum tersebut.

"Jadilah matahari, matahari selalu memberi, selalu menyinari, matahari tidak pernah ingkar janji! Selagi masih ada matahari, Insya Allah seluruh pelosok negeri punya harapan, Indonesia punya harapan. Oleh karena itu, bekerja keraslah saudara-saudara, untuk meneruskan cita-cita Indonesia merdeka," tukasnya. [rah]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00