Boyman: Pengelolan Pariwisata Kalbar Belum Maksimal

Politik  MINGGU, 06 JANUARI 2019 , 12:53:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Boyman: Pengelolan Pariwisata Kalbar Belum Maksimal

Boyman Harun/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalbar, Boyman Harun mengungkapkan potensi-potensi dari sektor pariwisata di Kalbar. Ditemui di Kantor Sekretariat DPW PAN Kalbar, Boyman menjelaskan gambaran tentang potensi pariwisata tersebut, Sabtu (5/1).
"Sebenarnya itu, potensi di Jawa dibandingkan dengan Kalbar itu sama saja, tinggal bagaimana keseriusan dalam pengelolaannya. Investor akan menanamkan modal jika didukung pemerintah dalam membangun sarana dan prasarananya, terutama dari segi infrastruktur jalan menuju lokasi wisata dan promosinya. Kemudian, tentang bagaimana untuk menarik para investor untuk datang ke Kalbar, dengan jaminan dipermudah segala urusannya dan tidak dipersulit, itu salah satu cara pemmerintah untuk mendukung segala potensi yang ada di Kalbar. Padahal potensi pariwisata kita banyak, seperti air terjun, sungai kapuas sebagai sungai terpanjang di Indonesia, arung jeram, potensi hutan yang masih lebat, gunung, pantai, serta masih banyak lagi," ungkapnya kepada Kantor Berita RMOLKalbar.

Jika ingin mendorong sektor pariwisata di Kalbar, harus dibuat suatu kebijakan daerah yang memberikan kemudahan terkait hal-hal mengenai sarana dan prasarana pendukung pariwisata. Kuncinya akses transportasi harus lancar.

"Opsi lain bisa segera didorong pemekaran provinsi, karena menurut saya cakupannya Kalbar ini terlalu luas," imbuhnya.

Alasannya yaitu agar Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) meningkat dikarenakan telah terpisah provinsi, rentang kendali untuk pembangunan tidak terlalu luas, dari segi pegawai bertambah, tingkat kesejahteraan bisa meningkat, serta anggaran dan pembangunan bertambah.

Jadi, memang syarat untuk maju adalah salah satunya dengan pemekaran, baik pemekaran kecamatan, pemekaran kabupaten maupun pemekaran provinsi, harus sinergi.

"Kita memang harus siap menerima kritikan, dan apapun modelnya, selama menurut apa yang kita kerjakan ini bagus, biarkan saja kritik itu berjalan, suatu saat jika sudah sukses, mereka akan merasakan dan melihat, dan kritik itu akan hilang dengan sendirinya. Itulah resiko kita sebagai pemimpin, tidak semua setuju dengan apa yang kita lakukan, tetapi kita harus berani mengambil suatu keputusan," tukasnya. [rah]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00