Mahfud MD: Korupsi Marak Karena Dampak Negatif Demokrasi

Hukum  SABTU, 29 DESEMBER 2018 , 19:28:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Mahfud MD: Korupsi Marak Karena Dampak Negatif Demokrasi

Mahfud MD/Net

RMOLKalbar. Korupsi kian kian marak. Hal itu terjadi karena dampak negatif yang timbul dari demokrasi yang salah kaprah. Terbaru OTT di Kementerian PUPR.
Anggota Dewan Pengarah BPIP, Mahfud MD menilai, maraknya pejabat yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kekuasaan sudah terbagi ke beberapa lembaga.

"Kekuasaan terpencar. Nah oleh karena kekuasaan terpencar, lalu tidak ada yang bisa fokus mengambil tindakan. Kalau mau menindak koruptor, pemegang kekuasaan yang lain marah. Misalnya kalau KPK mau menindak, DPR pemegang kekuasaan marah. Nanti kalau Presiden mau bertindak, lalu diancam mau di-impeach. Macam gitu. Itu akibat dari perkembangan demokrasi. Itu negatifnya ya," jelasnya di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (29/12).

Meski demikian, lanjut pakar hukum tata negara ini, jika ditelaah lebih jauh, dampak positif dari demokrasi sangatlah banyak.

Oleh karena itu, demi menjaga kehidupan demokrasi yang sehat, platform nasional tiap lembaga dalam melihat isu-isu penting, seperti isu korupsi semestinya harus sama.

"Karena kekuasaan ini sudah sangat demokratis, kekuasaan terpencar, karena kalau ada orang yang akan bertindak, dilawan oleh kekuasaan yang juga sah, tapi korup gitu loh," ujar Mahfud. [rus]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00