LPS Akan Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan Di Indonesia

Daerah  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 15:59:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

LPS Akan Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan Di Indonesia

LPS/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Hampir 1,5 tahun, Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) tidak menyelenggarakan Media Gathering, khususnya di Kalimantan Barat. Saat ini LPS kembali menyelenggarakan Media Gathering dengan membawa "Tema Membangun Ekonomi Indonesia Melalui Stabilitas Sistem Perbankan" di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (6/12).
Kepala Divisi Kehumasan LPS, Nur Budiantoro menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat kepada bank sangat penting, jika minim kepercayaan dari masyarakat, maka tanpa pandang bulu, bank sebesar atau sekecil apapun pasti akan ambruk sistem dan keberlangsungannya.

Narasumber pada kegiatan ini diantaranya dari Direktur Group Peraturan LPS, Beko Setiawan, dan Akademisi Dosen FEB Universitas Tanjungpura, Dr. Afrizal, S.E, M.Si.

Beko menjelaskan bahwa di dalam sistem Perbankan sangat penting adanya Regulasi dari Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Peran LPS dalam sistem Perbankan di Indonesia terutama tentang prinsipnya yang Independen, Transparan dan Akuntabel.

"Dalam perjalanannya, pokok kinerja LPS hanya menjamin segala tindakan penjaminan pada Perbankan saja," imbuhnya.

Dan sesuai dengan fungsinya, LPS akan menjaga stabilitas sistem Perbankan di Indonesia, sehingga diwajibkan bagi bank-bank untuk menjadi anggota dari LPS, termasuk kantor cabang bank asing yang berada di Indonesia.

Simpanan di Bank yang dijamin LPS memiliki syarat 3T. Adapun 3T tersebut adalah tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat bunga simpanan tidak melebihi bunga yang ditentukan LPS (ketentuan bunga tidak berlaku bagi bank syariah) dan tidak melakukan tindakan yang merugikan bank (misalnya memiliki kredit macet).

"Batas limit maksimal simpanan yang dijamin oleh LPS per nasabah per bank, sebesar 2 Milyar Rupiah. Jika simpanan melebihi limit tersebut, maka selisih kekurangannya akan dicover dari hasil penjualan aset dari bank yang di likuidasi," tukasnya. [rah]


Komentar Pembaca
Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00