Jelang Natal Dan Tahun Baru, Stok Pangan Di Singkawang Aman

Daerah  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 09:55:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Jelang Natal Dan Tahun Baru, Stok Pangan Di Singkawang Aman

Foto/Mc Singkawang

RMOLKalbar. Polres Singkawang menggelar silaturahmi, koordinasi dan kerjasama Satgas Pangan dalam rangka menjaga stabilitas ketersediaan dan keamanan pangan antar instansi terkait, di Aula Mapolres Singkawang, Rabu (5/12).
Kapolsek Singkawang Barat, Kompol Sudiyono yang memimpin rapat tersebut mengatakan, saat ini Satgas Pangan sudah terbentuk di Kota Singkawang.

"Maka itu, koordinasi seperti ini akan terus dilakukan guna mengawasi pangan agar bisa selalu terpenuhi di Kota Singkawang," kata Sudiyono.

Tadi juga sudah disampaikan dalam rapat, bahwa sampai dua bulan kedepan masalah pangan di Kota Singkawang dijamin aman.

"Insya Allah jelang Natal nanti juga sembako ikut aman," ujarnya.

Bahkan untuk keamanan juga sudah terploting guna mendukung pelaksanaan ibadah hari Raya Natal kelak.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Singkawang, Triwahdina Safriantini juga mengatakan hal yang sama.

"Jika dilihat dari data-data yang diambil stok untuk pangan aman di Kota Singkawang," kata Dina.

Hanya saja, untuk harga diprediksikan tidak stabil, artinya ada komoditi yang sudah mulai merangkak naik seperti bawang merah.

"Setiap minggu harganya naik terus," ujarnya.

Bahkan kenaikan bawang merah juga sudah terjadi sejak bulan November hingga awal (minggu pertama) Desember. Hal itu dikarenakan bawang merah didatangkan dari luar Singkawang. Disisi lain permintaan juga dirasakan cukup tinggi, sehingga terjadilah mekanisme pasar.

Disamping bawang merah, katanya, telur ayam juga diprediksikan akan naik menjelang Natal.

"Prediksi kita harga telur bisa mencapai Rp23 ribu per Kilogram," ujarnya.

Langkah-langkah yang dilakukan guna menekan lonjakan harga terutama pada bawang merah, Disperindag Singkawang akan berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Kalbar.

"Jika permasalahannya sama, maka kita akan cari pemecahannya secara nasional di pusat. Apa yang menyebabkan harga bawang merah ini selalu naik," ungkapnya.

Biasanya, untuk menekan lonjakan harga pemerintah pusat membombardir komoditi yang mengalami kenaikan.

"Seperti pada bawang putih kemarin, pemerintah pusat langsung mengarahkan kepada agen besar untuk memasukan bawang putih. Sehingga harganya dapat ditekan di pasaran," jelasnya.

Mungkin, kalau bawang merah selalu mengalami kenaikan, pemerintah pusat akan mengarahkan seperti itu. Dan mengimbau kepada masyarakat jadilah konsumen yang cerdas.

"Artinya pemakaian kebutuhan jangan terlalu berlebihan, tapi gunakanlah sesuai kebutuhan," tukasnya. [rah]

Komentar Pembaca
Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00