Fahri: Magang Ke Jepang Kesempatan Emas

Nusantara  SENIN, 12 NOVEMBER 2018 , 17:22:00 WIB | LAPORAN: ORIZA SURBAKTI

Fahri: Magang Ke Jepang Kesempatan Emas

Fahri Hamzah/Ist

RMOLKalbar. Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyambut positif acara seleksi peserta program magang ke Jepang. Pimpinan DPR Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) ini pun mengungkapkan, bisa magang ke Jepang adalah kesempatan emas.
"Saya berharap ada persiapan yang betul-betul matang dari pemerintah daerah. Ini adalah kesempatan emas, dan waktu yang sangat baik, maka harus ditangani dengan serius. Saya sudah melihat dengan mata kepala saya sendiri kemampuan yang bekerja di sana, senang karena mereka mengalami perubahan hidup. Tanya kepada alumni nanti," ujar Fahri dalam sambutannya saat meresmikan acara seleksi peserta program magang ke Jepang, yang diikuti sekitar 500 anak muda Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (12/11).

Pada perhelatan yang juga dihadiri Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah, Direktur Bina Pemagangan Kemnaker, Asep Gunawan dan salah satu perusahaan di Jepang itu ia menyematkan tanda kepada peserta seleksi magang. Legislator dari Fraksi PKS yang memang berasal dari daerah pemilihan NTB ini pun menuturkan hasil kunjungan kerjanya bersama sejumlah anggota DPR ke Jepang beberapa waktu lalu.

"Itu sangat luar biasa, kayak pesantren yang penuh dengan kedisiplinan. Saya sangat excited dan tertarik, apalagi kita baru menyelesaikan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, yaitu UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia," sambung Fahri. Menurutnya, dengan adanya UU PMI, maka istilah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) luar negeri, tidak akan dipakai lagi, tetapi diganti dengan istilah Pekerja Migran Indonesia.

Jumlah angkat kerja kaum muda yang sanggup memikul beban bangsa Indonesia, akhir-akhir ini adalah yang terbanyak dalam sepanjang sejarah. Dan anak muda ini, kalau  tidak disalurkan secara positif, bisa negatif.

"Makanya, saya mengucapkan terimakasih kepada Kang Asep dan kawan-kawan yang telah mengambil inisiatif tentang ini (program magang). Dan saya dalam sisa masa jabatan saya, siap membantu agar program seperti ini mejadi masif," cetus Fahri.

Apalagi, sambungnya, dari pihak Japan International Trainning Coorporation/JICO menyampaikan dirinya kalau pihaknya menyatakan tidak ada batas untuk orang Indonesia mengikuti program magang di negaranya, asalkan  melalui mekanisme yang telah diatur negaranya.

"Misalnya ada dari pihak Jepang yang datang ke NTB ini untuk memberikan lisensi pusat-pusat pelatihan kita, supaya kita banyak yang bisa datang ke sana (Jepang). Mereka senang sekali. Maka tadi saya dengar dari Ibu Wagub, ada permintaan spesial, kalau bisa yang banyak dari NTB ini," seru Fahri lagi.

Karena itu, ia ingin mendorong Pemerintah melakukan ini dan dirinya kan membicarakan skemanya ke pihak pemerintah terait, termasuk dengan menteri keuangan agar skema rekrutmen ini, sebagian dari dana awalnya  ditanggung oleh pemerintah.

"Nantinya, kita akan menggunakan skema dari pemerintah pusat dan skema yang ada di pemerintah daerah. Bahkan kalau kita mau, dari desa-desa, mengingat ada sekitar 75 ribu desa dan apalagi kita terus menyalurkan uang untuk dana desa, untuk melakukan perekrutan awal," imbuhnya. [rah]

Komentar Pembaca
Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00