Merasa Difitnah, Senator Polisikan Presidium Japri

Politik  KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 , 18:47:00 WIB | LAPORAN: ORIZA SURBAKTI

Merasa Difitnah, Senator Polisikan Presidium Japri

Fahira Idris/Net

RMOLKalbar. Merasa difitnah karena diduga dituding mempolitisasi kehadirannya saat aksi bela tauhid 2, oleh Presudium Jaringan Advokat Penjaga NKRI (Japri), Abdul Fakhridz Al Donggowi, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Indris melapor ke Polda Metro Jaya.
Presidium Japri dipolisikan, Rabu kemarin (7/11), lantaran diduga melakukan laporan bersubtansi fitnah ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terkait kehadiran Fahira saat mengikuti Aksi Bela Tauhid 2, 2 November 2018 lalu.

Urainya, dari pemberitaan media massa yang dibacanya atas pelaporannya ke Bawaslu, Presidium Japri mengajukan laporan  fitnah terhadap dirinya karena telah mempolitisasi Aksi Bela Tauhid 2. Hal ini diungkapkan Fahira di Jakarta, Kamis (8/11)

Selain itu, menurut senator dari daerah pemilihan DKI Jakarta itu, Abdul Fakhridz juga diduga telah memberikan laporan palsu karena menyebut dirinya sebagai anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan melibatkan dai cilik untuk mengkampanyekan calon tertentu.

"Setidaknya terdapat tiga dugaan laporan fitnah terhadap saya yang disebarluaskan Presedium Japri melalui media massa. Pertama, saya difitnah mempolitisasi Aksi Bela Tauhid 2 untuk kepentingan calon tertentu. Padahal ikut Aksi Bela Tauhid adalah hak konstitusional dan aksi ini sama sekali bukan bentuk kampanye seperti yang diatur Undang-Undang Pemilu," beber Fahira.

Kalau Aksi Bela Tauhid adalah kampanye, sambung dia, pasti sudah dihentikan dan diberi sanksi oleh Bawaslu. "Ini kan tidak. Dari sini mereka sudah gagal paham. Kedua, saya dilaporankan sebagai Anggota BPN Prabowo. Selain namanya tidak tercantum sebagai Anggota BPN, menurut Peraturan KPU, Caleg DPD RI dilarang sebagai Tim Sukses. Sehingga laporan kedua ini dengan sendirinya terbantahkan," ujar Fahira.

Ketiga, lanjut Fahira, dirinya dilaporkan telah melibatkan anak untuk kampanye. Padahal, kapasitasnya dalam Aksi Bela Tauhid adalah sebagai peserta dan memberikan orasi tentang kecintaan terhadap kalimat tauhid. Saya tegaskan, saya akan lawan Anda. Sampai kapanpun, saya tidak terima dilaporkan secara diifitnah seperti ini.  Saya tempuh jalur hukum. Siap-siap saja,” ancam Fahira.

Ia menegaskan, semua laporan  fitnah yang dituduhkan kepadanya dengan menganggap tersebut mudah dipatahkan, karena tidak ada undang-undang dan peraturan yang dilanggar.

"Harusnya dengan latar belakang pelapor sebagai advokad, laporan mereka ke Bawaslu lebih berbobot dan cerdas," cetus Fahira.

Sebelumnya, Fahira Idris didampingi kuasa hukumnya Irfan Iskandar SH melaporkan Abdul Fakhridz Al Donggowi ke Polda Metro Jaya. [rah]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00