Sultan Pontianak Hadiri Acara Robo-Robo

Budaya  RABU, 07 NOVEMBER 2018 , 21:08:00 WIB | LAPORAN: MULYADI AR

Sultan Pontianak Hadiri Acara Robo-Robo

Foto/RMOLKalbar

RMOLKalbar. FKOB melaksanakan acara robo-robo di Komplek Yuka, yang dihadiri Masyarakat sekitar dan hadir pula Sultan Syarif Machmud Al-Qadrie dan permaisuri, Rabu (7/11)
Ketua Umum FKOB, Ardiyansyah menegaskan robo-robo merupakan salah satu adat budaya bugis dan bukan suatu hal yang syirik.

"Di dalam acara robo-robo ini, kita menampilkan beberapa adat budaya seperti tundang, matadandang dan arak-arakan, dan ini merupakan agenda yang pertama," ujar Ardiansyah

Ia menuturkan kedepannya ini akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya untuk warga kota pontianak, karena apa selama ini warga pontianak pergi jauh, jika ingin ikut acara robo-robo misalnya kedaerah sungai kakap, Teluk pakedai, bahkan ke mempawah.

"Kita kan mempunyai aset wisata air yang luar biasa,  dan kenapa tidak kita manfaatkan dan kita laksanakan sendiri," imbuhnya.

Ia menambahkan walaupun persiapannya sangat singkat tetapi masyarakat cukup antusias, serta pengurus ormas juga sultan Ponrianak hadir dalam acara ini.

"Untuk diketahui bersama, di dalam adat budaya bugis robo-robo itu bukan hanya sifatnya budaya, tetapi ada nilai nilai luhurnya yang kita harus ambil misalnya tundang sepulung, manre sipulung," jelasnya.

Dimana tundang sipulung artinya duduk bersama, sedangkan manre sipulung makan bersama, ini artinya bukan hanya duduk bersama aja dan makan saja, tetapi punya nilai, sebagai ajang silaturahmi serta tempat berdiskusi menyelesaikan sesuatu masalah.

"Nilai-nilai Luhur dari mandrin sepulung, bukan hanya duduk-duduk makan saja tapi nilai-nilainya dari nenek moyang kita dulu setiap ada permasalahan di kampungnya mereka melakukan kegiatan Manre sipulung, dan tundang sipulung dalam rangka untuk memecahkannya," terangnya.

Ketua FKOB ini, menjelaskan bahwa memang ada beberapa kalangan masyarakat yang kurang memahami atau yang belum memahami agenda robo-robo sehingga mereka menyebutnya sebagai kesyirikan.

"Coba diikuti adakah hal syirik di acara ini, dimana kita baca doa Rasul, baca doa selamat, serta baca doa tolak bala, kegiatan robo-robo itu sebenarnya apapun kegiatannya kita selalu menggunakan doa doa Rasul," tegasnya.

Lanjutnya tidak ada yang menyembah sana sini, kegiatan ini tetap berpegang kepada Allah, tidak ada istilahnya lain-lain, maka dari itu silahkan datang sendiri.

"Dan ingat agama dalam sejarahnya masuk melalui budaya, tanpa budaya agama tidak akan masuk dan robo-robo itu merupakan warisan leluhur dari alim ulama kita dulu, pendiri-pendiri kita apakah kita katakan itu sirik, tidak mungkin dan semuanya itu mempunyai nilai-nilai budaya yang utuh," tambahnya

Sultan IX Kesultanan Kadriah Pontianak, Sultan Syarif Machmud Melvin Al-Qadrie mengatakan acara robo-robo sangat bagus, karena ini memang ritual adat yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya.

"Tidak akan pernah dilupakan mengenai ritual ini, sejarah awal sampai sekarang harus dilaksanakan," ujar Sultan.

Ia menuturkan ini merupakan kegiatan yang pertama kali diadakan Forum Komunikasi Orang Bugis, ini suatu hal yang sangat luar biasa, kedepannya Ketua Umum FKOB akan mengagendakan acara ini sebagai agenda tahunan.

"Cara ini merupakan bentuk pelestarian budaya, telah sampai tahap nasional, maka dari itu budaya ini harus selalu dilaksanakan," imbuhnya.

Ia berharap masyarakat serta anak muda harus andil dalam kegiatan ini, karena apa ini merupakan suatu budaya yang harus dicintai semua elemen masyarakat.

"Terimakasih kepada ketua umum FKOB, yang pertama kali melaksanakan acara robo-robo ini dikota Pontianak, dimana ini merupakan petuah yang tidak bisa kita abaikan, bahwa ini adalah acara adat untuk menolak bala," tambahnya.

Ia juga menanggapi baik Komunitas bugis, dimana dirinya juga merupakan keturunan bugis, dimana Sultan Syarif Abdurrahman yang menikah dengan putri Opu Daeng Manambon yaitu Utin Candramidi.

"Harapan saya acara ini bisa diagendakan setiap tahun serta diadakan lebih besar lagi dari hari ini, agar bisa mengangkat adat serta kebudayaan sekitar," tukasnya. [mul]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00