KNKT Bersama NTSB AS, FAA Dan GE Periksa Bagian Pesawat JT-610

Daerah  RABU, 07 NOVEMBER 2018 , 19:26:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANPUTRA

KNKT Bersama NTSB AS, FAA Dan GE Periksa Bagian Pesawat JT-610

Foto/Net

RMOLKalbar. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dibantu tim dari Transport Safety Investigation Bureau (TSIB) Singapura melanjutkan pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610 dengan menggunakan kapal Baruna Jaya 1.
"Pencarian CVR untuk mengetahui tindakan yang dilakukan dan koordinasi antar pilot," ujar Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjanto melalui pers rilis yang diterima petang ini (Rabu, 7/11).

Sementara untuk bagian pesawat yang sudah diangkat dan dibawa ke Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) mulai diperiksa tim KNKT bersama tim National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat, Boeing, Federal Aviation Federation (FAA), dan General Electric (GE).

"Bagian yang sudah ditemukan sebelumnya dan sudah diidentifikasi adalah mesin kiri main landing gear kanan, bagian dari ekor, bagian dari pesawat section 43, 44, 46, dan 48 cockpit oxygen bottle, pintu penumpang depan kiri dan ujung sayap," papar Soerjanto.

KNKT juga telah meneliti Flight Data Record (FDR) pesawat register PK-LQP tersebut. Alhasil, dari data di kotak hitam itu menunjukkan pesawat PK-LQP mengalami kerusakan penunjuk kecepatan (airspeed indicator). Kerusakan itu terjadi sejak empat penerbangan terakhir.

"Pada penerbangan Bali ke Jakarta pesawat tercatat perbedaan Angle of Attack (AOA) indicator," terangnya.

AOA adalah indikator penunjuk sikap  pesawat terhadap aliran udara. Perbedaan AOA ini masih terkait dengan kerusakan pada penunjuk kecepatan. Namun, AOA sensor telah diganti di Bali pada Minggu (28/10), sehari sebelum tragedi, setelah pilot melaporkan adanya kerusakan pada airspeed indicator.

"AOA sensor yang dilepas di Bali sudah dibawa ke kantor KNKT dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan di pabrik pembuatnya di Chicago," lanjutnya.

Soerjanto menjelaskan, rute penerbangan PK-LQP dari Bali ke Jakarta muncul perbedaan penunjukan AOA di mana sebelah kiri berada 20 derajat dibanding yang kiri. Pilot kemudian melakukan beberapa prosedur dan akhirnya dapat mengatasi masalah dan pesawat mendarat di Jakarta.

"Keberhasilan pilot menerbangkan pesawat yang mengalami kerusakan ini menjadi dasar KNKT memberikan rekomendasi kepada Boeing untuk disampaikan kepada airline di seluruh dunia jika menghadapi situasi yang sama," imbuh Soerjanto. [rah] 

Komentar Pembaca
Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Surya Paloh Tidak Menegakkan UU Pers

Surya Paloh Tidak Menegakkan UU Pers

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00