Tak Ingin Terpecah, PP Netral di Pilpres

Politik  SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 18:35:00 WIB | LAPORAN: ORIZA SURBAKTI

Tak Ingin Terpecah, PP Netral di Pilpres

Bambang Soesatyo/Ist

RMOLKalbar. Bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Joko), sesuai arahan Ketua Umum (Ketum) Pemuda Pancasila (PP), terkait pemilihan presiden 2019 sepenuhnya diserahkan kepada kader.

Demikian Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Kaderisasi PP, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan.
"Pemuda Pancasila ada dimana-mana, tapi tidak kemana-mana. Kader-kader Pemuda Pancasila hampir ada di semua partai. Karenanya, kita tidak mengarahkan Pemuda Pancasila mendukung salah satu capres," ujar politisi Golkar yang kini menjabat Ketua DPR RI itu di Jakarta, Selasa (16/11).

Bamsoet yang juga Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini pun mengungkapkan, meski Partai Golkar mengusung dan pendukung pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin, namun kader PP yang partai dan hati nuraninya telah mendukung pasangan No.01  tersebut harus ksatria.

Ketika sumpah sudah diucapkan, maka semua tindakan dan perbuatan harus konsisten dan konsekwen berjuang hingga tetes darah penghabisan. Sebagaimana semboyan kami, sekali layar terkembang, surut kita berpantang," serunya.

Bamsoet pun menuturkan, pada pertemuan dengan Presiden Jokowi didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo dan Seskab Pramono Anung,  sementara dari pengurus  PP hadir Ketum Pemuda PP Yapto S Soerjosoemarno dan Waketum PP Yorrys Raweyai, dibahas berbagai kondisi terkini yang dihadapi Bangsa Indonesia.

"Terutama menyangkut keberlangsungan Pancasila sebagai ideologi negara dalam menghadapi tantangan dari kekuatan kelompok kanan dan kelompok kiri yang ingin memecah belah NKRI melalui berbagai isue, ujaran kebencian dan berita bohong dalam ajang pesta demokrasi Pilpres dan Pileg tahun 2019 mendatang," paparnya.

"Siapapun yang mengatakan bahwa Pancasila sudah usang, dan terus menerus menyebarkan kebencian dan hoax serta mencoba merongrong Ideologi Pancasila yang menjadi ruhnya Bangsa Indonesia. Maka sama saja ingin menghancurkan Indonesia," sambung  Bamsoet menegaskan.

Tak hanya itu ia juga mengatakan, dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi turut mengingatkan agar persatuan dan kerukunan bangsa terus dijaga. Sebuah bangsa akan maju jika seluruh elemen di tanah air bersatu. Jangan terus menerus ribut karena terhasut hoax dan ujaran kebencian.

"Senada dengan Presiden Joko Widodo, Organisasi Pemuda Pancasila selalu berada digaris terdepan dalam menyuarakan persatuan dan kesatuan banga. Bagi Pemuda Pancasila, perbedaan entah itu dalam hal politik atau apapun, bukanlah sarana untuk saling membenturkan," urai Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini juga menjelaskan, PP merupakan organisasi tempat anak bangsa menempa diri sehingga bisa memiliki semangat kebangsaan sesuai dengan garis ideologi Pancasila. Perbedaan politik diantara para pengurus dan kader merupakan hal yang wajar. Terpenting, setiap kader dan pengurus PP selalu bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa.

"Secara khusus, diakhir pertemuan tadi, saya sebagai Ketua Panitia Mubes Pemuda Pancasila ke-X, juga mengundang Pak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia agar bisa hadir dalam acara Musyawarah Besar Pemuda Pancasila yang akan diselenggarakan pada 28 Oktober 2019 mendatang di Jakarta. Artinya apa? Ya terjemahkan sendirilah.” ujar Bamsoet. [rah]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00