Pertunjukan Seni Di Masjid

Opini  SENIN, 05 NOVEMBER 2018 , 10:15:00 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

Pertunjukan Seni Di Masjid

Nasaruddin Umar/Net

RMOLKalbar. Salah satu bentuk kontroversi dalam uku­ran umat Islam saat ini ialah melakukan pertun­jukan kesenian di Masjid. Namun demikian, Nabi Muhammad Saw benar-benar telah mengizinkan menyaksikan pertunjukan seni dari Habasyah yang memboyong se­jumlah peralatannya di masjid Nabi untuk memberikan hiburan tersendiri bagi umatnya.
Bahkan Aisyah sendiri memberikan jamuan makan dan minum di sela-sela pertunjukan­nya. Dalam hadis riwayat Muslim dari 'Aisyah disebutkan, kelompok seniman Habasyah itu menampilkan seni tari musik pada hari Raya 'Id di masjid Nabi. Nabi sendiri memanggil 'Aisyah untuk menyaksikan pertunjukan itu, kepala 'Aisyah diletakkan di pundak Nabi sehingga 'Aisyah dapat menyaksikan per­tunjukan tersebut.

Dalam kitab Ihya' 'Ulumuddin karya monu­mental Imam Al-Gazali, ada suatu bab khusus tentang pentingnya seni di dalam Islam. Ia mendasarkan pandangannya pada beberapa event penting pada masa Rasulullah selalu diisi dengan seni musik, seperti membiarkan orang melantunkan nyanyian dan syair ke­tika menunaikan ibadah haji, ketika prajurit melangsungkan peperangan dilantunkan tembang-tembang perjuangan untuk me­motivasi prajurit di medan perang, nyanyian yang dilantunkan merasakan kesedihan karena dosa yang telah diperbuat, seperti dikutip Nabi Adam dan Nabi Daud menangisi dosa dan kekeliruannya dengan ungkapan-ungkapan khusus, nyanyian untuk mengiringi acara-acara kegembiraan seperti suasana hari raya, hari perkawinan, acara 'aqiqah dan kelahiran anak, acara khitanan, pulangnya para perantau, dan khataman Al-Qur'an.

Dalam hadis riwayat Al-Baihaqi, seba­gaimana dikutip Al-Gazali, diceritakan bahwa ketika Rasulullah memasuki Kota Madinah, para perempuan melantunkan nyanyian di rumahnya masing-masing: Telah terbit bulan purnama di atas kita, dari bukit Tsaniyatil Wada'. Wajiblah bersyukur atas kita, selama penyeru menyerukan kepada Allah.

Banyak hadis menerangkan bahwa musik dan seni suara mempunyai arti penting di da­lam kehidupan manusia. Para nabi yang diu­tus oleh Allah Swt semuanya memiliki suara yang bagus, sebagaimana hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Tirmizi dan Qatadah: Allah tidak mengutus seorang nabi melainkan suaranya bagus.

Dalam beberapa riwayat, Rasulullah mem­berikan dukungan terhadap musik dan sesi suara dan tidak melarangnya secara general, seperti diketahui dalam sikap beliau sebagai berikut: 1)Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari 'Aisyah yang menceritakan dua budak perempuan pada hari raya 'Id (Idul Adha) menampilkan kebolehannya bermain musik dengan menabuh rebana, sementara Nabi dan Aisyah menikmatinya. Tiba-tiba Abu Bakar da­tang dan membentak kedua pemusik tadi, lalu Rasulullah menegur Abu Bakar dan berkata: "Biarkanlah mereka berdua hai Abu Bakar, karena hari-hari ini adalah hari raya".

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari 'Aisyah yang mengatakan: "Saya melihat Rasulullah Saw dengan menutupiku dengan surbannya semen­tara aku menyaksikan orang-orang Habsyi ber­main di mesjid. Lalu Umar datang dan mencegah mereka bermain di mesjid, kemudian Rasulullah berkata: "Biarkan mereka, kami jamin keamanan wahai Bani Arfidah". [***]



Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00