Walikota Singkawang Persiapkan Anak Istimewa Ke Pendidikan Formal

Sport  MINGGU, 04 NOVEMBER 2018 , 10:11:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Walikota Singkawang Persiapkan Anak Istimewa Ke Pendidikan Formal

Foto/Mc Singkawang

RMOLKalbar. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meresmikan pembukaan Kelas Transisi Pusat Layanan Autis (PLA) Kota Singkawang Tahun 2018, Sabtu (3/11).
Tjhai Chui Mie mengatakan kelas transisi ini sangat penting keberadaannya untuk mempersiapkan anak-anak istimewa memasuki pendidikan formal. Oleh karena itu kita semua tanpa terkecuali harus berkewajiban mendukung kegiatan ini.

Ini sebagai langkah persiapan anak-anak istimewa yang akan memasuki pendidikan formal,” katanya.

Guru dari setiap perwakilan sekolah agar melakukan deteksi dini dan mendata siswa yang tergolong istimewa. Jika terdapat siswa istimewa, kata Tjhai Chui Mie maka pihak sekolah melibatkan orang tua untuk berkoordinasi langsung dengan PLA.

Jika ditemukan siswa istimewa, agar dikoordinasikan ke PLA. Minta assesmen kondisi siswa tersebut dan mungkin mendapatkan saran dan masukan dari para terapis,” ucapnya.

Hal ini menjadi penting, agar tidak terdapat diskriminasi, pembulyan bahkan tindakan-tindakan yang menjurus pada pembatasan hak anak untuk bersosialisasi, bermain dan belajar dengan nyaman di sekolah.

Selain itu, katanya pembekalan pengetahuan guru tentang bagaimana cara penanganan anak-anak istimewa harus secara intensif diberikan.

Kedepan, kita berharap keberadaan kelas transisi ini akan memberikan kesiapan mental orangtua dan anak untuk memasuki sekolah formal yang lebih baik,” katanya.

Suata hal yang membanggakan, kata Tjhai Chui Mie dimana Kota Singkawang dan Kota Pontianak menjadi kota di Kalimantan Barat yang dipilih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk memberikan layanan terapis bagi siswa istimewa.

Akses layanan terapis autis ini tidah hanya sebatas melayani masyarakat di Kota Singkawang, bahkan melayani juga masyarakat di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang,” katanya.

Ia berharap kedepan ada bentuk kerjasama antar pemerintah daerah terdekat yang bisa memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan layanan terapis anak istimewa ini. Peran orangua juga diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan anak-anaknya.

Sehingga metode terapi tidak hanya mengandalkan terapis di PLA saja, namun dapat dilanjutkan dirumah masing-masing,” tukasnya. [rah]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00