Koordinasi Dan Sosialisasi Tentang Kesehatan Jiwa Dalam Penanganan ODGJ Sangat Kurang Di Masyarakat

kesehatan  SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 11:16:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Koordinasi Dan Sosialisasi Tentang Kesehatan Jiwa Dalam Penanganan ODGJ Sangat Kurang Di Masyarakat

Bachtiar Rosyada/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 10 Oktober 2018 telah diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.
Salah satu tenaga dokter di Puskesmas Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, dr. Bachtiar Rosyada menanggapi tentang hari kesehatan jiwa ini, sebetulnya kurang bergaung di masyarakat, kecuali pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan kesehatan jiwa, seperti rumah sakit jiwa, tim kajian dan advokasi fakultas kesehatan, atau pemegang program kejiwaan di puskesmas, Senin (22/10).

Kesehatan jiwa penting dipahami bagi petugas medis karena dapat mengaburkan penyebab suatu penyakit sehingga memperlama pengobatan pasien dan membuat beban kesehatan meningkat.

Berdasarkan riset kesehatan dasar Indonesia Tahun 2013, prevalensi gangguan jiwa diatas 15 tahun di Indonesia mencapai 6% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia.

"Gangguan kesehatan jiwa ada banyak jenisnya, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Penyebabnya banyak, antara lain karena keturunan, ketidaksanggupan menghadapi masalah, trauma kepala pasca kecelakaan, obat2an terlarang, penuaan, penyakit degeneratif dan lain sebagainya," ungkap Bachtiar yang juga lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak.

Jenis-jenis gangguan kesehatan jiwa yang sering ditemukan di puskesmas, antara lain: skizofrenia, depresi, insomnia dan kecemasan.

"Kendala penanganan gangguan jiwa pada masyarakat diantaranya belum maksimalnya koordinasi antara pihak-pihak yang menangani ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), mulai dari masyarakat awam, petugas medis dan non medis yang terkait, sampai kepada pemerintah sebagai pemegang kebijakan," lanjutnya.

"Perlunya sosialisasi secara kontinyu tentang pentingnya kesehatan jiwa, agar masyarakat sadar dan berusaha membantu pihak-pihak terkait, baik medis atau non medis, untuk menekan angka kejadian gangguan jiwa di Indonesia," tukasnya. [rah]

Komentar Pembaca
#PolitisiOnTheRoad: Menggugat Surya Paloh Karena Sayang
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00