Panglima TNI: Pemilu 2019, Tidak Boleh Ada Fitnah Dan Perpecahan

Hukum  KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Panglima TNI: Pemilu 2019, Tidak Boleh Ada Fitnah Dan Perpecahan

Marsekal Hadi/Net

RMOLKalbar. Pemilu serentak 2019 telah memasuki masa kampanye. Kampanye Pileg dan Pilpres kali ini terbilang panjang yaitu hingga awal April tahun depan.
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjan mengatakan, dengan telah masuknya masa kampanye, salah satu upaya yang dilakukan oleh TNI adalah menggugah kesadaran masyarakat luas bahwa Pemilu adalah pesta demokrasi.

Demikian disampaikan Panglima TNI dalam sambutannya pada acara "Silaturahmi Panglima TNI dengan Veteran dan Wartawan Veteran" dalam rangka memperingati HUT ke 73 TNI Tahun 2018, di Gedung Balai Sudirman, Jl. Dr. Saharjo No. 268, Jakarta Selatan, Rabu (26/9).

Maksud Pemilu adalah pesta demokrasi, masyarakat harus bergembira dalam menentukan pilihan masing-masing.

"Rakyat bergembira dan menentukan pilihan terbaik sesuai dengan hati nuraninya," ujar Panglima TNI dalam keterangan Puspen TNI.

Panglima TNI juga mengimbau, dalam proses Pemilu, semua anak bangsa harus memperkuat persatuan dan kesatuan.

"Tidak boleh ada ujaran kebencian, fitnah, hasutan bahkan perpecahan sesama anak bangsa," tuturnya. [rah]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00