Indonesia Dilahirkan Oleh Para Intelektual Dan Cendikiawan

Nusantara  RABU, 12 SEPTEMBER 2018 , 16:22:00 WIB | LAPORAN:

Indonesia Dilahirkan Oleh Para Intelektual Dan Cendikiawan

Zulkifli Hasan

RMOLKalbar. Para cendekiawan yang tergabung dalam berbagai organisasi memiliki banyak jasa dalam kemerdekaan Indonesia.
Hal itu mengemuka saat Ketua MPR Zulkifli Hasan memberi sambutan dalam simposium yang diselenggarakan oleh KAHMI di Gedung Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, (12/9).

"Dari tahun 1908 hingga tahun 1945, beragam organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, organisasi para pemuda yang berlatar daerah, NU, Jamiatul Khair, yang lbergiat dan bercita-cita mendirikan Indonesia. Indonesia dilahirkan oleh para intelektual dan cendekiawan,” paparnya.

Di tahun 1945, sambung Zulkifli, Bangsa Indonesia sudah memiliki gagasan ke depan. Soekarno-Hatta, dan yang lainnya sudah mencanangkan dan memikirkan demokrasi, keadilan, kemanusiaan, dan kesejahteraan.

"Pikiran para pendiri bangsa semua termuat pada dasar negara dan konstitusi, Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Bangsa lain baru memikiran hal demikian 20 tahun kemudian,” ungkapnya.

Meski para cendekiawan itu berbeda asal-usul, agama, dan aliran politik,  tutur Zulkifli lagi, namun mereka tetap memberi keteladanan yakni persatuan. Meski IJ Kasimo dan Mohammad Natsir berbeda agama dan partai politik namun mereka tetap bersahabat,” cetusnya.

Menurut Ketum PAN ini, hal demikian juga terjadi antara Bung Karno dan Buya Hamka. Bangsa ini merdeka mempunyai tujuan bersatu, berdaulat, menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat.
Jelas Zulkifli lagi, diselenggarakannya Pemilu Presiden maupun Pemilu Legislatif disebut sebagai salah satu jalan untuk menuju tujuan itu.

"Realitas pemilu sekarang berbeda dengan tujuan Indonesia merdeka. Sangat prihatin kalau Pemilu membuat perpecahan," sesalnya.

Zulkifli menegaskan, Pancasila yang disepakati sebagai pandangan hidup diharapkan dapat dijalankan. Tak hanya itu, lanjut dia bila melaksanakan Pancasila maka akan melahirkan perbuatan memanusiakan manusia dan memperkuat persatuan.

Tak hanya itu, di kesempatan itu, Zulkifli juga mengupas hak dan kewajiban pemerintah dan rakyat. Katanya, pemerintah mempunyai kewajiban untuk melayani masyarakat.

"Melayani masyarakat, sebab saat dirinya disumpah menjadi pejabat, ia harus patuh dan taat pada Pancasila, konstitusi dan peraturang perundang-undangan," tegas Zulkufli.

"Dengan sikap yang melayani, lanjut dia,  maka tak akan ada masyarakat yang kelaparan, tak bisa berobat bila sakit, tak bisa sekolah, dan harus bebas dari rasa takut. Dirinya mengharap pejabat dan aparat pemerintah harus adil. Kalau aparat berpihak maka akan menyebabkan perpecahan,” demikian Zulkufli. [rah]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00