Polresta Pontianak Ringkus Pelaku Penipuan Pengurusan Sertifikat Tanah

Hukum  SENIN, 03 SEPTEMBER 2018 , 01:01:00 WIB | LAPORAN: AKHMAD HOLILI

Polresta Pontianak Ringkus Pelaku Penipuan Pengurusan Sertifikat Tanah

Foto/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Setelah lama diburu, akhirnya EW, pelaku penggelapan dan penipuan berhasil diamankan. Pria 45 tahun itu awalnya diamankan pihak keluarga korban dan Ikatan Remaja Masjid Tanjung Wangi, Rasau Jaya Umum, Sabtu (1/9).
Warga Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya yang juga menjual nama Badan Pertanahan Negara (BPN) ini kemudian diserahkan ke kepolisian. EW masih ditahan sambil menjalani pemeriksaan di Mapolresta Pontianak.

"Pihak korban awalnya mengetahui keberadaan pelaku di Kubu dan akan pulang ke Rasau Jaya dengan menumpang speedboat. Kemudian pelaku diamankan pihak korban di pelabuhan Rasau Jaya. Lalu diserahkan ke kepolisian,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli, Minggu (2/9).

Husni menerangkan, pelaku kemudian diamankan sementara di Polsek Rasau Jaya, sambil menunggu anggota Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak menjemputnya. Disana, saat diinterogasi singkat, pelaku mengakui perbuatannya.

Dimana kejahatan ini dengan modus pengurusan pengukuran balik batas sertifikat dan perubahan SKT ke sertifikat. Saat itu, Oktober 2017, pelaku meminta uang untuk mengurus segala administrasi sejumlah Rp12 juta kepada Daeng Kamarudin bin Daeng Ahmad, pemilik tanah seluas sekitar 9.195 meter persegi tersebut.

"Setelah korban menyerahkan uang kepada pelaku di Kantor Pos dan Giro Rasau Jaya, namun sampai saat ini pengurusan tersebut tidak ada hasil. Sehingga kasus ini dilaporkan keluarga korban,” jelas Husni.

Pelapor adalah anak daripada Daeng Kamarudin. Sedangkan Kamarudin beberapa bulan lalu meninggal dunia. Setelah menerima laporan pada 22 Maret 2018 lalu, penyidik segera melakukan serangkaian penyelidikan. Membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengungkap kasus ini. Karena Ew suka berpindah-pindah tempat sehingga susah untuk diamankan dan dimintai keterangan.

Selain itu, yang menguatkan kejahatan ini adalah dengan adanya pengakuan pelaku bahwa memang ada melakukan kegiatan tersebut. Disertai bukti kwitansi pembayaran dan foto-foto saat pengukuran.

"Pihak BPN kita mintai keterangan. Ternyata pihak BPN mengatakan bahwa orang yang dibawa pelaku itu bukan orang BPN. Tetapi adalah kawannya sendiri,” imbuh Husni.

"Untuk sementara, korban baru satu orang. Pelakunya juga baru satu orang. Namun kasus ini bakal dikembangkan kepolisian. Orang yang membantu kejahatan ini atau yang berpura-pura sebagai orang tukang ukur dari BPN yang dibawa pelaku akan kita jadikan tersangka,” tegasnya.

Saat ini, pelaku masih mendekam di ruang tahanan Polresta Pontianak dan dijerat pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun. Untuk diketahui, selama proses pengamanan di Rasau Jaya sampai dibawa ke Polresta Pontianak, Ew didampingi rekannya yang mengaku dari salah satu LSM.

Belum diketahui secara pasti kepentingan oknum LSM itu. Namun, Husni memastikan tidak ada yang bisa mengintervensi penanganan kasus ini. Karena kasus ini menjadi prioritas. Mengingat ada kemungkinan korban dan tersangka lainnya dalam kasus serupa. [mul]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00