Meningkatkan Kualitas SDM Dengan Pendidikan Karakter Di Generasi Muda

Advetorial  KAMIS, 19 JULI 2018 , 21:06:00 WIB

Meningkatkan Kualitas SDM Dengan Pendidikan Karakter Di Generasi Muda

Foto: Kemnaker

RMOLKalbar. Penguatan karakter generasi muda  menjadi salah satu kunci meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Inisiasi model pendidikan model berbasis karakter harus terus didukung dan dikembangkan.
Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan di acara seminar nasional bertema "Penguatan Karakter Anak di Era Digital" di SD Karakter Genius Islamic School, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (18/7).

"Kalau bicara SDM , kuncinya pertama karakter. Kedua kompetensi. Kalau karakter baik dan ditunjang kompetensi, maka pasti bagus. Jadi karakter itu inti dasar daya saing," ujar Menaker Hanif
 
Turut hadir dalam kegiatan itu, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar selaku anggota dewan penyantun Genius Islamic School, staf ahli Mendikbud Ari Budiman, Walikota Depok Idris, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Ketua Yayasan Genius Islamic School Susanto MA, Miss Indonesia 2018 Alya Nursyahbina.

Menaker Hanif mengungkapkan 58 persen dari 133 juta jumlah angkatan kerja saat ini  berasal dari lulusan SMP. Angka tersebut menjadi tantangan besar karena Indonesia akan menghadapi bonus demografi tahun 2035 nanti.

"Usia angka produktif akan meningkat bisa mencapai 70 persen. Kalau 70 persen ini berasal dari lulusan SMP, ini menjadi tantangan dari sisi pendidikan dan daya saing, " ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Hanif menegaskan pemerintah sejak tahun 2018-2019 telah memfasilitasi dengan program memprioritaskan pembangunan SDM untuk meningkatkan daya saing secara keseluruhan.

Pemerintah terus menggenjot pelatihan vokasi. Kemnaker pun mendukung langkah pemerintah tersebut melalui triple skilling yakni skilling, upskilling dan reskilling,” kata Hanif

Jadi kata Menaker bagi generasi muda yang belum punya skilling, dia masuk ke program skilling agar punya skill. Yang sudah punya skill dan membutuhkan skill, dia masuk program upskilling. Yang ingin beralih skill, dia bisa masuk ke reskilling.

Menaker menambahkan ketika karakter pekerjaan berubah maka tuntutan skills-nya pun berubah. Pemerintah pun terus antisipasi untuk menyiapkan kompetensi sesuai perkembangan teknologi informasi.

Namun lanjut Menaker yang terpenting adalah bagaimana mendidik anak agar memiliki karakter dan memiliki skills  yang harus berubah setiap saat agar memilki kreativitas.

"Mari kita kerja keras dan kebaikan. Karena kerja kerja keras dan imovatif itu menghasilkan prestasi. Kebaikan yang kita lakukan akan  menghasilkan kebaikan lebih banyak. Dan membuat hidup kita bahagia dunia dan akherat, " katanya. [rah]
 

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00