Kalbar Jadi Tuan Rumah Even Apresiasi GTK dan Paud Dikmas Berprestasi Tingkat Nasional 2018

Pendidikan  SENIN, 09 JULI 2018 , 22:13:00 WIB | LAPORAN: MULYADI AR

Kalbar Jadi Tuan Rumah Even Apresiasi GTK dan Paud Dikmas Berprestasi Tingkat Nasional 2018

Foto/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Even Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (GTK PAUD dan Dikmas) Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Ke-12 tahun 2018 secara resmi dibuka oleh Pj. Gubernur Kalbar dengan bertema "Membangun karakter peserta didik melalui karya nyata GTK PAUD dan Dikmas"di Rumah Radakng Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/7).
Even nasional yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini diikuti oleh 34 perwakilan provinsi se-Indonesia ini dijadwalkan berlangsung mulai 8-14 Juli 2018. Acara pembukaan diawali dengan pawai kebudayaan dari 34 provinsi se-Indonesia. Selain pembukaan, terdapat expo pameran dari instansi di lingkungan Pemprov Kalbar dan 34 provinsi se-Indonesia.

Seluruh perwakilan daerah setiap provinsi di Indonesia membuka stand guna mempromosikan ciri khas daerah mereka masing-masing. Mulai dari mempromosikan pakaian adat hingga makanan tradisional.

Seperti yang terdapat di stand DKI Jakarta, mereka mendekorasi stand sedemikian rupa dengan menggunakan kembang kelapa atau di Pontianak disebut dengan manggar. Selain itu mereka juga membawa miniatur ondel-ondel yang sejak dahulu menjadi ciri khas Kota Jakarta.

Provinsi Gorontalo juga tidak ingin ketinggalan mempromosikan kebudayaan dan ciri khas daerahnya. Mereka menggunakan baju khas Gorontalo yang bernama Kakuta untuk pria dan juga Bili’u untuk wanita. Tidak ketinggalan kain Karawo, kain sulam khas tanah Gorontalo dengan berbagai motif yang indah.

Begitu pula dengan  Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka menggunakan topi Ti’ilangga khas NTT yang terbuat dari daun lontar yang dikeringkan kemudian dianyam oleh yang ahli, sebab sangat susah bagi para pemula untuk menganyam topi tersebut. Dan miniatur alat musik khas NTT, Sasando yang juga terbuat dari perpaduan antara kayu cendana dan daun lontar kering.

Provinsi kecil di timur Indonesia dengan penduduk yang keseharian bermata pencaharian bertani dan berternak itu terbilang unik. Mereka punya tiga kawasan wisata menarik. Dua di antaranya masuk ke dalam keajaiban dunia seperti Taman Nasional Komodo, Danau Tiga Warna dan juga Sasando.

Tidak ketinggalan Sumatera Selatan yang pada tahun ini menjadi tuan rumah pelaksanaan even terbesar di Asia yakni Asian Games, juga ikut ambil bagian dalam even kali ini.

Mereka memamerkan tenunan khas Palembang yang sudah mendunia yakni songket Palembang. Proses pembuatan yang rumit dengan menggunakan gabungan antara benang sutra dan benang emas membuat harga tenun Palembang sangat fantastis diangka 1,5 juta hingga 5 juta  rupiah tergantung tingkat kerumitan dan motif dari kain tersebut.

Kalimantan Selatan juga merupakan tetangga dari Kalimantan Barat turut memamerkan ciri khas mereka yang bernuansa Banjar. Mereka miliki kain Sasirangan, kain khas Kalsel yang proses pembuatannya cukup unik.

Kalbar selaku tuan rumah memamerkan kebudayaan dan ciri khasnya. Mulai dari kain tenun khas Dayak, kerajinan manik-manik, hingga makanan seperti bubur pedas hingga kerupuk basah. Semua tersedia dan bisa dinikmati pengunjung.

Ragam kebudayaan itu, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke tampak menyatu dalam satu nama "Indonesia". [rah]



Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00