12 Tokoh Lintas Profesi Dan 3 Ahli Tata Negara Ajukan Uji Materi Presidential Threshold

Politik  KAMIS, 14 JUNI 2018 , 04:58:00 WIB

12 Tokoh Lintas Profesi Dan 3 Ahli Tata Negara Ajukan Uji Materi Presidential Threshold

Foto/Net

RMOLKalbar. Sebanyak 12 tokoh lintas profesi dan tiga ahli pidana mengajukan kembali uji materi terhadap syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) ke Mahakamah Konstitusi (MK).
Menurut mereka presidential threshold telah mendegradasi kadar pemilihan langsung oleh rakyat yang telah ditegaskan dalam UUD 1945.

Syarat tersebut yang diadopsi dalam Pasal 222 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu itu juga dinilai membuat rakyat tidak bebas memilih, karena pilihannya menjadi sangat terbatas.

Meskipun telah diuji sebelumnya, namun Peraturan Mahkamah Konstitusi, Pasal 222 UU No. 7 Tahun 2017 menjelaskan uji materi dapat diajukan kembali.

Kuasa hukum permohonan uji materi Indrayana Centre for Government, Constitution and Society (INTEGRITY) menyatakan langkah yang dilakukan tersebut merupakan perjuangan konstitusional untuk mengembalikan daulat rakyat dan mengembalikan kebebasan rakyat untuk secara lebih bebas memilih pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden.

"Kami meminta MK dapat segera memutuskan permohonan ini, sebelum masa pendaftaran capres berakhir pada 10 Agustus 2019 yang akan datang," jelas pihak Integrity dalam ketetangan pers yang diterima redaksi, Rabu (13/6).

Adapun 12 lintas profesi lintas profesi selaku pemohon uji materi yakni

Mantan Ketua KPK dan Ketua KY M. Busyro Muqoddas, mantan Menteri Keuangan M. Chatib Basri, Mantan Pimpinan KPU Hadar N. Gumay, mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto

Kemudian tiga Akademisi, Faisal Basri, Rocky Gerung dan Robertus Robet. Selanjutnya
Direktur Pusako Universitas Andalas Feri Amsari, Profesional/Sutradara Film Angga Dwimas Sasongko.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak,  Direktur Perludem Titi Anggraini dan Hasan Yahya.

Sementara tiga ahli yang mendukung permohonan ini, di antaranya adalah Refly Harun, Zainal Arifin Moctar dan Bivitri Susanti seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL. [rah] 

Komentar Pembaca
Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Eggi: Grace Natalie Langgar Pancasila

Eggi: Grace Natalie Langgar Pancasila

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Penyandang Tunanetra Sakit Hati Dengan Omongan Ma
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00