Hendropriyono: Anak Muda Harus Aktif Perangi Terorisme

Nusantara  RABU, 23 MEI 2018 , 21:24:00 WIB

Hendropriyono: Anak Muda Harus Aktif Perangi Terorisme

Hendropriyono/Net

RMOLKalbar. Langkah generasi muda yang sangat aktif turut serta memerangi terorisme di tanah air diacungi jempol Tokoh Intelijen Nasional, Jenderal TNI (Purn), AM Hendropriyono.
Menurut dia, langkah anak muda mengutuk dunia maya membuktikan generasi milenial sudah paham akan ancaman bangsa kita.

"Para anak muda inilah yang meneruskan perjuangan untuk melawan setiap aksi biadab dan radikalisme di tanah air," kata Hendropriyono di Jakarta, Rabu (23/5).

Meski begitu, Hendropriyono berharap seluruh elemen masyarakat tidak berhenti sampai di sana. Sebab, pelaku teror saat ini sudah seperti ranting dan daun yang patah tumbuh dan berganti.

"Sasaran kita juga pada organisasi-organisasi radikal yang juga menjadi pohon terorisme itu. Artinya sasaran kita adalah pada ideologi sesat mereka yang secara jahat membajak agama kita. Adanya masyarakat radikal itulah yang menjadi tanah subur bagi tumbuhnya terorisme," kata mantan Menteri Transmigrasi itu.

Karena itu, imbuh dia, masyarakat dan Polri juga harus bahu-membahu untuk menghilangkan oknum warga yang memberi pupuk bagi suburnya tanah terorisme itu.

"Mereka itu adalah yaitu para elit, para tokoh masyarakat, para pemimpin, para pengamat, para anggota WA grup yang menebarkan fitnah dan kebencian dalam chating-chatingnya," tambahnya.

Hendropriyono menambahkan, perang antara teror mereka melawan anti teror kita adalah perang di medan laga cyber nasional dan internasional.

"Mari kita rapatkan barisan untuk maju bersama-sama atau sendiri-sendiri, melawan kejahatan terorisme sampai ke akar-akarnya sekaligus tanah tempat mereka hidup dan bermukim.

"Dengan kesadaran kita untuk menyelenatkan diri kita sendiri, anak, cucu dan hari depan mereka, lawan kemudian laporkan siapa saja anggota grup WA, grup Telegram sejenisnya yang merupakan pengkhianat bangsanya sendiri itu," jelasnya.

Hendropriyono menegaskan agar semua ujaran kebencian dan fitnah di media sosial itu harus segera dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Laporkan ke Polisi Kriminal Cyber, laporkan kepada Intelijen Negara, laporkan ke TNI, laporkan kepada Kopassus, melalui layanan elektronik yang sudah ada atau seret sendiri mereka dengan cara cerdas langsung ke ranah hukum," pungkasnya. [rah]

Komentar Pembaca
Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Surya Paloh Tidak Menegakkan UU Pers

Surya Paloh Tidak Menegakkan UU Pers

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00