Majelis El Betingqy Memberikan Kharisma Religius Di Kampung Beting Pontianak

Daerah  SELASA, 22 MEI 2018 , 22:42:00 WIB | LAPORAN: MULYADI AR

Majelis El Betingqy Memberikan Kharisma Religius Di Kampung Beting Pontianak

Foto/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Ketika berbicara soal stigma kampung Beting di Pontianak Timur, masyarakat luas mengenal sebagai Kampung Narkoba dan

Berbagai usaha untuk mengubah stigma itu malah justru tumbuh dari masyarakat setempat disebabkan tidak ingin dikenal sebagai kampung atau sarangnya pelaku kejahatan dan obat-obatan terlarang secara terus-terusan.

Ustadz Muhammad Haidar nama pemuda itu. Ia tidak ingin kampung halamannya dikenal sebagai tempat yang jahat. Karena tidak semua yang jahat atau melakukan kejahatan.

Berpikir jernih bahwa yang jahat dapat menjadi baik maka Ustadz menyerahkankan rumah peninggalan orangtuanya dijadikan tempat pertemuan atau perkumpulan dan menjadi markas Majelis Taklim El Betingqy yang berdiri sejak 2010 untuk kegiatan membahas tentang keagamaan (Islam). Usaha yang begitu kuat, tidaklah ditolak masyarakat setempat bahkan sangat didukung penuh.

Saat sekarang Majelis Taklim yang dibentuknya itu memiliki jamaah yang cukup banyak. Bukan hanya masyarakat setempat, melain juga warga luar kampung Beting datang ke sana, untuk belajar agama (Islam).

Tidak cukup sampai di situ dari seorang mantan pecandu narkoba yang sudah berhijrah, semua anak-anak penerus bangsa di sana pun terus diajarkan dengan nuansa religius untuk menolak hal-hal yang tidak baik. Hari demi hari, minggu, bulan hingga tahunan, El Betingqy terus berkembang.

Ustaz  Muhammad Haidar tidak sendiri mengembangkan Majelis Taklim ini, dibantu oleh Ustaz Ade Maulana selaku Pembimbing, memiliki peran penting dalam mengembangkan kegiatan positif di kampung Beting tersebut.

Tentunya semua itu dilakukan untuk menuju kampung Beting yang lebih baik, yakni kampung yang di dalamnya menjamur pembahasan tentang Fiqih, Bahasa Arab, Tauhid, Tajwid, Hadits, dan Tafsir Alquran.

Dibulan suci Ramadhan ini Majelis El Betingqy kembali melaksanakan pesantren kilat, dan ini merupakan tahun ke enam  di kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis Pontianak Timur.

"Alhamdulillah tahun ini lebih dari tahun sebelumnya, karena tahun kemarin,kita fokus orang yang kita kenal saja. Tahun ini kita kerja sama dengan masyarakat tokoh masyarakat RT dan RW yang berada di kampung Beting, ujarnya, Selasa (22/5).

"Pihaknya membatasi peserta setiap RT minimal mengutus 5 anak baik laki-laki maupun perempuan, hal ini dilakukan mengingat keterbatasan tempat Majelis El Betingqy yang hanya bisa menampung 50 orang, "pungkasnya kepada RMOLKalbar. [rah]



Komentar Pembaca
Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Eggi: Grace Natalie Langgar Pancasila

Eggi: Grace Natalie Langgar Pancasila

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Penyandang Tunanetra Sakit Hati Dengan Omongan Ma
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00