Pelaku Teror Bom Minim Pemahaman Agama Dan Rujukan Ulama

Hukum  SELASA, 15 MEI 2018 , 15:42:00 WIB | LAPORAN: ZULFA JAMBA

Pelaku Teror Bom Minim Pemahaman Agama Dan Rujukan Ulama

Fahri Hamzah/net

RMOLKalbar. Pelaku teror bom itu sebetulnya tidak paham agama, bahkan mereka tidak memiliki ulama. Penilaian ini disampaikan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyikapi rentetan teror bom yang terjadi akhir-akhir ini.
"Mereka bukan orang Islam, mereka robot yang diprogram untuk misi merusak nama agama Islam secara simbolik," tulis Fahri lewat pesan singkat yang diterima wartawan, Selasa (15/5),

Betulkah mereka robot? "Saya ingin menceritakan robot lain. Suatu hari George Bush Jr, menyerang Iraq dan membunuh Saddam Husen serta membuat perang sipil dan pengungsian yang mengorbankan jutaan jiwa dengan alasan fiktif senjata pemusnah massal".

Mereka, lanjut Fahri, menganggap diri membela agama, tapi tidak punya maroji’ (rujukan), tidak bermazhab, tidak paham bahasa Arab. Bukan itu saja, menurut Fahri, pelaku teror bom, orang yang tidak punya organisasi, sosial atau politik, juga tidak pernah haji atau umroh.

"Mereka setelah meninggal biasanya baru terungkap hidupnya tertutup, jarang bergaul, jika perempuan bercadar dikenal sebagai orang biasa saja, dan lain-lain identitas yang intinya adalah bahwa ia punya dunia sendiri yang tidak pernah tidak terlacak," tulis Fahri.

Mereka (pelaku teror), tambah Fahri, tidak mengerti Islam, karena menyerang rumah ibadah, membunuh ibu dan anak-anak. Padahal, semua yang dilakukan mereka itu jelas-jelas dilarang dalam perang dan damai.

"Memang mudah menumbuhkan jenggot, nggak usah dicukur, memakai celana cingkrang, atau perempuan mereka bercadar dan lain-lain, untuk mengelabui manusia, tapi Allah Maha Tahu. Tetapi mereka tidak mengerti Islam," sebut Fahri.

Dan, jika mereka mengerti apa yang dilarang agama, tambahnya, tidak mungkin mereka menyerang rumah ibadah, membunuh ibu dan anak-anak. "Jika memang mereka ingin mati sebagai syuhada, mengapa menyerang tempat yang diharamkan agama? Mengapa tak menunggu mati di bulan suci?" kata politisi asal Nusa Tenggara Barat itu.

Di akhir pernyataanya, Fahri Hamzah menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Surabaya tersebut. Dan, meminta kepada aparat untuk bertindak tegas dengan menumpas habis sel-sel teroris di Indonesia. [zul]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00