Ratusan Kontraktor Listrik Kaltim Menganggur, Sebagian Malah Tutup

Ekbis  JUM'AT, 02 FEBRUARI 2018 , 18:04:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Ratusan Kontraktor Listrik Kaltim Menganggur, Sebagian Malah Tutup

Ilustrasi Pemasangan Intalasi Listrik/Net

RMOL. Hampir tiga tahun ratusan kontraktor listrik di Provinsi Kalimantan Timur menganggur. Penyebabnya adalah pemberlakuan UU nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan PP nomor 62 Tahun 2012 tentang Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik yang mewajibkan pelaku bisnis kelistrikan berbadan usaha.
"Peraturan tersebut mensyaratkan pengerjaan pemasangan instalasi listrik dengan daya 1.300 VA hanya boleh dikerjakan oleh perusahaan yang berbadan perseroan terbatas (PT). Sedangkan untuk daya 900 VA ke bawah adalah pangsa pasar perusahaan berbadan CV," ungkap Ketua DPD Asosasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Kaltim Giman Santoso, Jumat (2/2)

Sementara pemasangan listrik saat ini kebanyakan 1.300 VA atau lebih, namun banyak kontraktor masih berbadan hukum CV, belum perseroan terbatas (PT). Menurut Giman, keanggotaan AKLI Kaltim pernah mencapai 300 perusahaan di tahun 2015 namun saat ini yang mampu bertahan hanya tersisa 171 perusahaan yang bertahan.

Di Provinsi Kaltim sendiri 85 persen anggota AKLI berbadan usaha CV. Hanya 15 persen atau 35 perusahaan saja yang berbadan usaha PT. Giman Santoso berharap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Ignasius Jonan segera memberikan pernyataan resmi terkait kemungkinan perusahaan berbadan CV menggarap proyek pemasangan instalasi hingga daya 197.000 VA.//AG

Berbagai upaya telah dilakukan Giman yang juga menjabat Ketua VI Bidang ESDM di DPP AKLI. Salah satunya meminta Kementerian ESDM mengkaji ulang peraturan yang dinilai mematikan industri mikro di bidang pemasangan instalasi listrik.

"Kita sudah minta ditinjau ulang karena sesuai keinginan Presiden menghidupkan ekonomi kecil tapi kenapa sekarang justru tertindas. Kami sudah bersurat ke Kementerian ESDM. Dan Pak Menteri juga sudah menyampaikan secara lisan kalau CV bisa mengerjakan sampai daya 197.000 VA tapi secara resmi belum ada suratnya," lanjut Giman.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal DPP AKLI Puji Mahardi di Jakarta membenarkan bahwa pihaknya sudah menempuh berbagai usaha hingga lobby-lobby ke Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, menemui Menteri ESDM bahkan ke Presiden namun hingga kini belum membuahkan hasil.

"Tapi AKLI tidak boleh berhenti bersuara karena ini perjuangan bersama dan untuk kepentingan seluruh anggota AKLI di Indonesia, Insya Allah perjuangan kita ada hasilnya," ujarnya. [zul]

Komentar Pembaca
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00