Generasi Milenial Sulit Punya Rumah?

Ragam  SABTU, 30 DESEMBER 2017 , 15:15:00 WIB

Generasi Milenial Sulit Punya Rumah?

Foto/net

RMOL. Perbandingan antara rata-rata kenaikan upah pekerja dengan rata-rata kenaikan harga properti di Indonesia menimbulkan kecemasan bahwa generasi milenial akan kesulitan memiliki rumah.
Namun faktanya, survei yang sering dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki optimisme untuk memiliki rumah idaman dan menunjukkan tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap usaha pemerintah dalam menyediakan hunian yang terjangkau.

Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan Rumah.com pada bulan Januari sampai Juni 2017, dimana 63% dari 1020 responden di Indonesia merasa puas dengan iklim properti yang sedang berlangsung.

Direktur Developer Alfi Dpillar menyampaikan "Pergerakan pasar properti dari sisi suplai cenderung meningkat,melihat kepuasan masyarakat terhadap usaha pemerintah dalam menyediakan hunian yang terjangkau bahkan dengan sejumlah peristiwa yang diprediksi dapat mempengaruhi kondisi industri properti nasional".

Tingkat kepuasan ini tercermin dalam pembelian properti di enam bulan ke depan dan yang berencana membeli properti,” jelas Ali Mustakim.

Dia menambahkan bagi pengembang properti, ini menunjukkan prospek yang positif dalam pasar properti, setidaknya dalam enam bulan ke depan.

Optimisme masyarakat terhadap pasar properti ke depan tak lepas dari sejumlah kebijakan yang diluncurkan pemerintah.

Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang berpenghasilan maksimal Rp4 juta, pemerintah meluncurkan program rumah subsidi dengan harga di bawah Rp200 juta dengan uang muka hanya 1% dan bunga cicilan tetap.

Sementara bagi masyarakat kelas menengah, yang tidak bisa mengambil rumah subsidi namun kesulitan mengikuti persyaratan KPR seperti uang muka minimal 15%, mereka bisa mengikuti program kepemilikan rumah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS-TK) dengan uang muka 5% dan cicilan berdasarkan suku bunga Bank Indonesia ditambah 3%,” lanjutnya.

Kebijakan Pemerintah dalam infrastruktur juga mempengaruhi optimisme masyarakat terhadap pasar properti nasional. Pembangunan jalan dan sarana transportasi umum membuat lokasi-lokasi yang tadinya dianggap tidak ideal menjadi lebih ideal, yang tadinya susah dijangkau menjadi lebih mudah dijangkau.

Lokasi-lokasi ini memiliki harga yang jauh lebih terjangkau jika dibandingkan hunian di pusat kota, memberikan harapan yang lebih besar bagi mereka yang sedang berjuang memiliki rumah idaman.

Bagi generasi milenial yang sangat melek teknologi bisa mengetahui berbagai hunian baru yang terjangkau keuangan mereka cukup dari perangkat smartphone maupun komputer.

Solusi praktis lainnya bagi generasi yang baru merintis karir dan ingin memiliki properti dengan cara yang relatif lebih terjangkau bisa juga dengan mencoba solusi pembiayaan properti digital. [rah]



Komentar Pembaca
PBB Tak Lolos Verifikasi, Yusril Laporkan KPU

PBB Tak Lolos Verifikasi, Yusril Laporkan KPU

SENIN, 19 FEBRUARI 2018 , 21:00:00

Susi Pudjiastuti - Kedaulatan Laut (Bag. 4)

Susi Pudjiastuti - Kedaulatan Laut (Bag. 4)

SENIN, 19 FEBRUARI 2018 , 19:00:00

Susi Pudjiastuti - Seafood Champion (Bag. 3)

Susi Pudjiastuti - Seafood Champion (Bag. 3)

SENIN, 19 FEBRUARI 2018 , 18:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00