Pasien Suspek Difteri Di Kota Bekasi Bertambah

kesehatan  JUM'AT, 15 DESEMBER 2017 , 18:58:00 WIB

Pasien Suspek Difteri Di Kota Bekasi Bertambah
RMOL. Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat adanya penambahan pasien suspek difteri sebanyak lima orang pada Desember 2017. Total sudah ada 17 pasien suspek difteri yang terdata di wilayah setempat, sejak Januari 2017 lalu.    
"Sebelumnya pada Januari-November 2017 ada 12 pasien difteri, delapan di antaranya negatif dan empat di antaranya positif, namun sudah pulih pascaperawatan tim medis," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto, Jumat (15/12).

Menurut dia, penambahan pasien baru tersebut mayoritas adalah anak usia di bawah lima tahun. Hanya satu pasien di antaranya yang berkategori dewasa.

Dikatakan Kusnanto, seluruh suspek difteri itu saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hernima Galaxy, RS Hermina Kemakmuran, RS Awal Bros dan RS Suryanti Suroso Jakarta.

Para pasien tersebut saat ini sedang menunggu hasil tes laboratorium terkait penyait yang dideritanya, apakah difteri atau penyakit lain.

"Kami butuh watu sekitar 4-7 hari hingga hasil uji laboratorium keluar. Selama proses uji laboratorium ini, pasien kita sterilkan dengan antibiotik dan menempati ruang isolasi," terangnya.

Menurut Kusnanto, bertambahnya jumlah pasien diduga difteri di Kota Bekasi, karena banyak masyarakat yang memeriksakan kesehatan mereka, pasca Kementerian Kesehatan mengumumkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Apa lagi Jawa Barat ditetapkan sebagai salah satu provinsi yang dinilai rawan penyakit difteri.

"‎KLB difteri ini melibatkan tiga provinsi, salah satunya Jawa Barat. Kota Bekasi adalah bagian dari Jabar, sehingga banyak masyarakat yang mengakses layanan kesehatan untuk melakukan pengecekan gejala penyakit yang serupa difteri," katanya.

Lebih lanjut Kusnanto mengungkapkan, seorang pasien positif difteri di Kota Bekasi pada 2016 diketahui meninggal dunia akibat keterlambatan proses penanganan medis.

"Satu pasein difteri di Kota Bekasi meninggal tahun lalu, karena keterlambatan penanganan medis," tandas Kusnanto. [boy/zul]

Komentar Pembaca
#PolitisiOnTheRoad: Menggugat Surya Paloh Karena Sayang
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00