Serikat Pekerja Mitra Pemerintah Dan Pengusaha Dalam Pembangunan

Nusantara  RABU, 22 NOVEMBER 2017 , 16:10:00 WIB

Serikat Pekerja Mitra Pemerintah Dan Pengusaha Dalam Pembangunan

RMOL

RMOL. Kunci keberhasilan menghadapi persoalan dan tantangan ketenagakerjaan salah satunya ditentukan sejauhmana peran stakeholder yakni pemerintah, pengusaha dan pekerja membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.
Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri saat membuka The 5th Uni Apro Commerce and Finance Join Confrence di Jakarta, Selasa (21/11).

"Persoalan ketenagakerjaan di dunia saat ini, khususnya di Indonesia, tidak dapat dilihat secara parsial. Semua aspek yang tercakup dalam bidang ketenagakerjaan mempunyai kaitan satu sama lain mulai dari aspek perencanaan, pelatihan, penempatan, pelaksanaan hubungan industrial sampai tingkat pengawasannya," jelasnya.

Untuk itu, Hanif berharap gerakan serikat pekerja, serikat buruh ke depan dapat menjadi partner utama pemerintah dan pengusaha dalam pembangunan. Menurutnya, jumlah serikat pekerja, serikat buruh di Indonesia saat ini tercatat 7.294 dengan jumlah pekerja/buruh sebanyak 2.717.961 orang. Kekuatan itu merupakan modal berharga untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh, terlebih lagi apabila gerakan buruh solid dan terkonsolidasi.

Lebih lanjut, Hanif menyatakan, pihaknya memiliki keyakinan sama dengan Uni Global Union, hubungan kondusif antara tiga elemen hubungan industrial akan memungkinkan ekonomi domestik mampu mencapai pertumbuhan yang sustainable, productive dan profitable.

"Upaya ini dapat dilakukan melalui media dialog sosial bipratit dan tripartit," katanya.

Menurut Hanif, ada tiga manfaat dialog sosial antara pemerintah, pengusaha dan pekerja. Pertama melalui dialog sosial di perusahaan, pengusaha dan pekerja bisa sama-sama mendiskusikan masalah hubungan industrial yang dihadapi dan mencari solusi yang tepat.

Kedua, dialog yang sehat juga bisa mendorong kesejahteraan, di mana aspirasi pekerja/buruh ditindaklanjuti oleh adanya kebijakan yang terkait dengan produktivitas kerja, misalnya melalui pelatihan-pelatihan vokasi, perbaikan sistem pengupahan dan perlindungan kerja melalui jaminan sosial.

Ketiga, dialog sosial dapat menjadi sarana bagi serikat pekerja/ buruh untuk merencanakan program pengembangan kompetensi anggotanya sehingga produktivitas mereka meningkat.

Ditambahkan Hanif, paradigma partnership sama sekali tidak akan mereduksi positioning dan bergaining gerakan pekerja/buruh. Sebaliknya, paradigma ini akan memperkuat gerakan buruh menjadi lebih efektif karena partnership diasumsikan sebagai equal position.

"Saya berharap semoga konfrensi UNI Apro kelima ini dapat menghasilkan berbagai terobosan bagi pengembangan hubungan industrial dan pembangunan ekonomi dunia yang berkeadilan," imbuh Hanif, diberitakan KBP RMOL. [wah] 

Komentar Pembaca
Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

SABTU, 02 DESEMBER 2017 , 17:00:00

Zumi Zola Siap Diperiksa KPK

Zumi Zola Siap Diperiksa KPK

SABTU, 02 DESEMBER 2017 , 15:00:00

22 Ribu Pelajar Papua Warnai Burung Garuda

22 Ribu Pelajar Papua Warnai Burung Garuda

SABTU, 02 DESEMBER 2017 , 13:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00