Program Indonesia Pintar Perlu Dievaluasi

Pendidikan  SENIN, 13 NOVEMBER 2017 , 14:30:00 WIB

Program Indonesia Pintar Perlu Dievaluasi

Foto: RMOL

RMOL. Pemerintah Indonesia diminta untuk memperhatikan pendidikan. Sebab, dalam pendidikan, Indonesia tertinggal 40 tahun dari negara maju seperti tiongkok yang memprioritaskan pendidikan, dimana mereka membangun Sumber Daya Manusia (SDM).
Begitu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengunjungi SD Negeri 007 Sangatta Selatan, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Senin (13/11).

"Karena itu pendidikan harus menjadi perhatian," kata dia seperti dimuat Kantor Berita Politik RMOL.

Mahyudin mengungkapkan banyak masalah dalam pendidikan. Pertama, pola pikir para guru. Tugas guru bukan hanya mengajar tapi juga mendidik. Mengajar berbeda dengan mendidik. Mengajar adalah menurunkan atau menularkan ilmu pengetahuan. Sedangkan mendidik adalah membentuk karakter seorang anak didik untuk mandiri dan berhasil dalam hidupnya.

"Perlu kepedulian atau care dalam pendidikan. Guru tidak hanya mengajar tapi juga mendidik," jelasnya.

Kedua, persoalan anggaran. Anggaran pendidikan yang saat ini 20 persen dari APBN atau APBD perlu ditambah. "Ke depan anggaran pendidikan perlu dinaikkan menjadi 25 persen," ujarnya.

Ketiga, Program Indonesia Pintar perlu dievaluasi. Bantuan rutin sebesar Rp 425 ribu kepada siswa dalam program ini tidak dimanfaatkan untuk membeli keperluan sekolah.

"Di lapangan, uang bantuan itu untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras. Kenapa? Karena kemiskinan. (Kemiskinan) inilah yang harus diatasi," kata Mahyudin.

Keempat, persoalan pemerataan pendidikan. Saat ini terjadi disparitas pendidikan antara pusat dan daerah. Ujian Nasional (UN) untuk mengetahui pemerataan pendidikan secara nasional. Namun Mahyudin berpendapat UN tidak perlu dilakukan setiap tahun karena UN tidak menentukan kelulusan siswa.

"Kita perlu melakukan moratorium UN. Lebih baik dana UN digunakan untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan," imbuhnya.

Persoalan lainnya adalah peningkatan kualitas guru. Para guru perlu diberi beasiswa dan kesempatan melanjutkan pendidikan di luar negeri.

"Saya titip kepada pengambil kebijakan untuk benar-benar memperhatikan pendidikan agar kemiskinan bisa dituntaskan. Agar Indonesia menjadi lebih baik ke depan," ucap politisi Partai Golkar ini.

Kehadiran Mahyudin dalam rangka menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada pelajar SDN 007 Sangatta Selatan. Hadir dalam penyerahan bantuan ini Ketua DPRD Kalimantan Timur Mahyunadi, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kalimantan Timur Tri Untiastuti, dan Kepala SDN 007 Sangatta Selatan, Siswati. [ipk]

Komentar Pembaca
Anti Kritik, Berhenti Saja Jadi Pejabat!

Anti Kritik, Berhenti Saja Jadi Pejabat!

JUM'AT, 16 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Gerindra Pastikan Anies Tidak Nyapres

Gerindra Pastikan Anies Tidak Nyapres

JUM'AT, 16 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Pulang Dari Saudi, Rizieq Kunjungi Markas FPI

Pulang Dari Saudi, Rizieq Kunjungi Markas FPI

JUM'AT, 16 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00