Workshop Nasional, Sutarmidji Pamer Keberhasilan Ubah Sungai Kapuas

Daerah  KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 07:16:00 WIB | LAPORAN:

Workshop Nasional, Sutarmidji Pamer Keberhasilan Ubah Sungai Kapuas

Net

RMOL. Pada Workshop Nasional Keterpaduan Infrastruktur Pemukiman, Walikota Pontianak Sutarmidji didaulat memberikan testimoni dalam proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Dalam paparannya, Midji menyebut beberapa pembangunan di Kota Pontianak. Salah satunya pembangunan waterfront yang mengubah Sungai Kapuas menjadi wajah kota. Menurutnya, Sungai Kapuas jauh lebih bagus dan menarik dibandingkan sungai-sungai lainnya.

"Kita akan buat perubahan yang mendasar dari wajah Sungai Kapuas. Kalau dulu Sungai Kapuas bagian belakang dari wajah kota, sekarang berubah menjadi wajah kota," kata Midji dalam keterangan, Kamis (9/11).

Diakui, pada saat periode pertama dirinya menjabat, pembangunan taman memang belum tersentuh. Namun pada periode sekarang, banyak ruang publik yang dibangun berupa taman-taman. Sebab, dia menilai, semakin banyak taman yang dibangun maka itu menjadi ukuran kebahagiaan masyarakat.

"Kalau taman itu sudah ramai dikunjungi, kita kewalahan akhirnya cari tempat lagi buat taman. Kalau di Pontianak orang ke taman setiap hari Sabtu dan Minggu," kata Sutarmidji.

Pihaknya juga berkomitmen untuk mengentaskan kawasan kumuh. Awalnya, kawasan kumuh di Kota Pontianak seluas 270 hektar. Sekarang ini hanya tersisa 60-an hektar. Dari jumlah tersebut, 24 hektar yang termasuk kumuh berat. Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menargetkan akan menguranginya sehingga tersisa 13 hektar.

Tahun depan ditargetkan pengentasan kawasan kumuh akan tuntas sehingga capaian MDG’s 2019 bisa terlaksana. Cakupan air bersih saat ini sudah mencapai 86 persen.

"Tinggal pemasangan pipa tersier di gang-gang, 300 gang yang belum ada. Tahun depan kita selesaikan seluruh gang ada jaringan air bersihnya."

Selain itu, tingkat kepercayaan masyarakat kepada Pemkot Pontianak kian meningkat. Hal itu dibuktikan ketika Pemkot ingin melakukan pelebaran jalan, 90 persen tidak ada ganti rugi lahan satu rupiah pun.

"Untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah itu tidak mudah," kata dia.

Tujuan dari workshop yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya, untuk meningkatkan pemahaman yang sama bagi para pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur pemukiman yang sistematis dan terpadu agar kota dapat berkembang sesuai dengan fungsi dan karakternya, sehingga menjadi kota layak huni, hijau, cerdas, dan berkelanjutan berdasarkan RT/RW, Kota/Kabupaten. [ipk]

Komentar Pembaca
Anti Kritik, Berhenti Saja Jadi Pejabat!

Anti Kritik, Berhenti Saja Jadi Pejabat!

JUM'AT, 16 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Gerindra Pastikan Anies Tidak Nyapres

Gerindra Pastikan Anies Tidak Nyapres

JUM'AT, 16 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Pulang Dari Saudi, Rizieq Kunjungi Markas FPI

Pulang Dari Saudi, Rizieq Kunjungi Markas FPI

JUM'AT, 16 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00