Pengembangan Energi Panas Bumi Mutlak Diperlukan

Politik  KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 17:10:00 WIB

Pengembangan Energi Panas Bumi Mutlak Diperlukan
RMOL. Indonesia dan Turki memiliki banyak kekayaan alam dari energi panas bumi. Perkembangan terbaru sektor energi panas bumi di Turki telah mengilhami banyak orang Indonesia.
"Bagi Indonesia, pengembangan energi panas bumi mutlak diperlukan. Jika kita ingin mencapai tujuan nasional untuk ketahanan energi dan menjadi produsen tenaga panas bumi terbesar di dunia," kata Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dalam pertemuan dengan Wakil Ketua Parlemen Turki Ahmet Aydin dan Ketus Group Kerja Sama Bilateral Turki-Indonesia Hamza Dag, seperti dikutip KBP RMOL (Kamis, 12/10).
 
Kerja sama di sektor tersebut ditandai salah satunya dengan investasi perusahaan Hitay di Indonesia.

"Parlemen Indonesia menyambut baik dan mendukung investor asing di bidang energi dan sektor lainnya yang membantu pembangunan nasional dan alih pengetahuan serta teknologi," ujar Agus.
 
Kerja sama kedua negara saat ini sangat menggembirakan dan harus diperluas. Dalam pertemuan terakhir di Ankara tahun ini, Presiden Joko Widodo dan Presiden Erdogan sepakat melanjutkan tren positif perdagangan dan investasi kedua negara, termasuk negosiasi mengenai Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki IIT-CEPA. Indonesia dan Turki mencatat angka USD 13 miliar dalam perdagangan bilateral tahun lalu yang tentunya berpotensi untuk meningkat terus.
 
Indonesia dan Turki telah membuktikan keberhasilannya dalam kerja sama industri pertahanan dengan kesepakatan pembuatan tank menengah Kaplan. Kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang produksi kapal selam dan pesawat tak berawak, yang akan ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara.
 
"Sebuah nota kesepahaman antara produsen pesawat terbang Dirgantara Indonesia dan industri kedirgantaraan Turki akan mendorong kerja sama lebih erat di sektor ini," jelas Agus.
 
Indonesia dan Turki juga telah sepakat untuk memperkuat hubungan dalam memerangi terorisme, dengan pertukaran informasi intelijen dan pengembangan bersama dari sistem intelijen Teknologi Informasi (TI). Kerja sama tersebut di atas adalah sebagain dari kerjasama yang telah berjalan dan memperkuat hubungan kedua negara.
 
Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa dunia saat ini dihadapkan pada banyak tantangan mulai dari terorisme, fanatisme, konflik regional, perlambatan ekonomi, krisis pengungsi, dan perubahan iklim.
 
Dia mengharapkan antara Indoneaia dan Turki menjalin persahabatan yang cukup tinggi dan bisa membantu saudara-saudara kita khususnya sesama muslim yang saat ini dalam keadaan tertindas.

"Seperti saudara kita yang tertindas di Myanmar. Sebagaimana kita ketahui muslim Rohingya sangat menderita di sana karena perlakuan pemerintahnya yang dulu juga Indonesia sangat memperjuangkan masalah demokrasi," ujarnya.

Dia pun mengundang Wakil Ketua Parlemen Ahmet Aydin dan anggota parlemen Turki khususnya untuk berkunjung ke Indonesia.
 
Dalam pertemuan tersebut, Agus didampingi enam anggota DPR yakni Anita Jacoba Gah, Siti Mufattahah, Syofwatillah Mohzaib, Willem Wandik, Muhammad Syafrudin, dan Ida Fauziyah.
 
Didampingi pula oleh Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK Wiratno, Kepala Sub   Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian LHK Asep Sugiharta, Staf  Ahli Menteri ESDM Satry Nugraha dan Yudo Dwinanda, serta staf Kedutaan Besar RI Ankara. [wah/***]


Komentar Pembaca
Korban Penggusuran Ragukan Janji Anies-Sandi

Korban Penggusuran Ragukan Janji Anies-Sandi

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 21:00:00

Anak Jenderal Pukul Anggota TNI AL?

Anak Jenderal Pukul Anggota TNI AL?

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Anies-Sandi Bakal Dapat Gelar Pembohong

Anies-Sandi Bakal Dapat Gelar Pembohong

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00