DPM-PTSP Bandung Terpincut Pola Self Assesment Pontianak

Daerah  KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 14:24:00 WIB | LAPORAN: SAEFUL ANWAR

DPM-PTSP Bandung Terpincut Pola Self Assesment Pontianak

Foto: Humas Kota Pontianak

RMOL. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Bandung melakukan kunjungan kerja ke Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Kota Pontianak.
Tujuan rombongan kota kembang itu ke Pontianak ingin melakukan studi banding terkait inovasi perizinan oleh DPMTK-PTSP Kota Pontianak.

Pentolan rombongan Bandung dipimpin oleh Sekretaris DPM-PTSP, Asep Syaiful Gufron. Dia mengaku tertarik dengan adanya kebijakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pemutihan bagi rumah tinggal di dalam gang yang berusia 5 tahun ke atas.

"Kami tertarik dengan kebijakan tersebut karena di tempat kami belum ada kebijakan IMB pemutihan seperti itu. Kami akan mengadopsinya di kota kami," kata Asep.

Tidak hanya itu, dirinya juga terpincut proses perizinan dengan pola self assesment. Dimana pola seperti itu, proses perizinan lebih cepat. Kendati demikian, bukan berarti pola seperti itu tanpa pengawasan yang ketat. Sebab meskipun izin diterbitkan terlebih dahulu tanpa melalui pengecekan lapangan, dinas teknis nantinya akan melakukan uji petik.

"Apakah sudah sesuai dengan pernyataan dalam permohonan terkait luas dan syarat teknis sudah terpenuhi. Ini menarik bagi kami untuk diterapkan di tempat kami," kata dia.

Kepala DPMTK-PTSP Kota Pontianak, Junaidi menjelaskan, perizinan yang ada di unit layanan yang dipimpinnya tidak lagi mensyaratkan rekomendasi dinas terkait atau dinas teknis.

Hal itulah, kata dia, yang membuat perizinan di Kota Pontianak prosesnya sangat cepat yakni 1 hari kerja.

"Bahkan, untuk IMB pemutihan bagi rumah tinggal di dalam gang yang berusia 5 tahun ke atas, prosesnya hanya dalam hitungan menit dengan catatan persyaratannya lengkap," ungkap Junaidi.

Sedangkan di Bandung, masih terbilang lama karena menunggu proses rekomendasi dari dinas terkait.

Walaupun tanpa peninjauan lapangan terlebih dahulu, kata Junaidi, kemudahan itu bukan tanpa pengawasan ketat sebab bagi siapapun di kemudian hari saat dilakukan pengecekan ke lapangan terbukti menyampaikan laporan tidak sesuai dengan pernyataan yang telah diteken, maka yang bersangkutan akan dikenakan denda.

"Itu konsekuensi penerapan self assesment sehingga para pelaku usaha harus jujur dalam mengajukan permohonan perizinan," jelasnya.

Junaidi mengakui jika kunjungan gerbong Bandung merupakan hal yang membanggakan bagi Pontianak. [ipk]

Komentar Pembaca
Korban Penggusuran Ragukan Janji Anies-Sandi

Korban Penggusuran Ragukan Janji Anies-Sandi

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 21:00:00

Anak Jenderal Pukul Anggota TNI AL?

Anak Jenderal Pukul Anggota TNI AL?

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Anies-Sandi Bakal Dapat Gelar Pembohong

Anies-Sandi Bakal Dapat Gelar Pembohong

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00