MENUJU KALBAR 1

Survei VPS: Karolin Populer, Milton Paling Diterima Masyarakat

Politik  JUM'AT, 06 OKTOBER 2017 , 15:49:00 WIB | LAPORAN: SAEFUL ANWAR

Survei VPS: Karolin Populer, Milton Paling Diterima Masyarakat

Net

RMOL. Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa memuncaki hasil survei calon Gubernur Kalimantan Barat, yang dilakukan Vox Populi Survey (VPS), dengan tingkat populeritas 76,4 persen.
Putri Gubernur Kalbar, Cornelis itu mengalahkan mantan Bupati Sintang Milton Crosby dengan 75,8 persen, Walikota Singkawang dua periode Awang Ishak dengan 72,1 persen, Walikota Pontianak Sutarmidji 71,8 persen, Lasarus Anggota DPR dari PDIP 70,4 persen, Bupati Mempawah Ria Norsan 64,3 persen, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid 61,2 persen, Bupati Bengkayang Suryadman Gidot 60, 7 persen.

Direktur Eksekutive VPS, Ahmad Fikri dalam keterangan tertulis yang dipancar luaskan, Jumat (6/10), mengatakan kalau populeritas Karolin tidak lepas dari tiga faktor.

"Dari tokoh-tokoh yang diuji dalam survei, Karolin Margret menempati urutan teratas pada tingkat popularitas di masyarakat. Kepopuleran Karolin tidak lepas dari dua kali menjadi Anggota DPR RI, Putri Gubernur (Kalbar), serta hebohnya skandal video porno mirip Putri Gubernur Kalimantan Barat," kata Ahmad Fikri.

Namun Karolin "tewas" dari Milton berdasarkan hasil survei tingkat penerimaan para tokoh di masyarakat sebagai Gubernur Kalbar. Berdasarkan hasil survei, sebagaimana yang disampaikan Fikri, Milton dianggap tokoh yang paling diterima semua kalangan masyarakat Kalbar dengan tingkat penerimaan sebanyak 74,7 persen.

"Diposisi kedua ada nama Lasarus dengan 70,6 persen, Awang Ishak 68,2 persen, Sutarmidji 61,9 persen, Ria Norsan 59,2 persen, Adrianus Sidot 56,3 persen, Karolin 54,2 persen, Hildi Hamid 53,7 persen, dan terakhir Suryadman Gidot 50,1 persen," kata Fikri.

Kemudian, soal kemampuan para tokoh dalam memimpin Kalbar. Menurut masyarakat, kata Fikri, sebagaimana hasil survei, kinerja Milton sebagai Bupati Sintang dua periode dianggap sangat memuaskan dan mendapatkan kepercayaan 89,6 persen responden.

"Lasarus yang menjadi anggota DPR mendapat 76,9 persen. Selanjutnya Awang Ishak 68,2 persen, Sutarmidji 65,4 persen, Ria Norsan 56,2 persen, Adrianus Sidot 54,7 persen, Hildi Hamid 52,3 persen, Karolin 50,9 persen, dan Suryadman Gidot 47,6 persen," kata Fikri.

Selanjutnya, berdasarkan hasil survei, jika pemilihan Gubernur Kalbar diadakan hari ini, Milton Crosby mendapatkan 29,7 persen suara responden, Sutarmidji 20 ,2 persen, Lasarus 11,9 persen, Ria Norsan 9,3 persen, Hildi Hamid 8,4 persen, Karolin 5,3 persen, Awang Ishak 2,9 persen, Adrianus Asia Sidot 2,7 persen Suryadman Gidot 2,3 persen.

"Sedangkan yang tidak menjawab sebanyak 7,3 persen."

Sedangkan dalam pertanyaan tertutup dalam kuisioner, kata dia, jika pemilihan Gubernur diadakan hari ini, Milton Crosby mendapatkan 31,2 persen, Sutarmidji 17,3 persen, Lasarus 12,4 persen, Ria Norsan 10,2 persen, Hildi Hamid 9,7 persen, Karolin 4,1 persen, Awang Ishak 3,2 persen, Adrianus Sidot 3,1 persen, Suryadman Gidot 2,9 persen.

"Yang tidak menjawab sebanyak 5,9 persen," kata Fikri.

Dari hasil ini dapat disimpulkan, hanya Lasarus yang bukan kepala daerah dan mantan Kepala Daerah diantara para tokoh.

"Lasarus bisa jadi 'Kuda Hitam' yang dicalonkan oleh PDIP dibandingkan Karolin," kata dia.

Menurutnya, hasil ini membuktikan jika tingkat popularitas tokoh yang tinggi tidak berarti memiliki elektabilitas tinggi (akan dipilih dalam Pilkada) karena tingkat kepercayaan publik (akseptabilitas) terhadap tokoh tersebut yang menjadi ukuran masyarakat dalam memilih Kepala Daerah.

"Jika popularitas dan akseptabilitasnya tinggi, maka dipastikan nilai elektabilitasnya juga akan tinggi," ucap Fikri.

"Terkait Karolin, walau sangat populer, namun masyarakat kurang menerima dan meragukan kemampuannya sebagai gubernur. Dan masyarakat menilai bahwa politik dinasti yang sedang dicoba oleh Cornelis dengan memaksakan putrinya untuk maju akan dilakukan seperti pola-pola di Pilkada Landak untuk menaruh Karolin sebagai Bupati Landak dengan memborong semua partai ketika Pilkada Landak," kata dia.

Survei dengan mengambil Tema "Mencari Sosok Gubernur Kalimantan Barat Untuk Menerima Tongkat Estafet Cornelis", dilakukan sejak 17 September sampai 29 September 2017, di 14 Kabupaten/Kota, di Provinsi Kalbar, dan melibatkan 2077 responden yang tersebar secara proposional sesuai jumlah DPT Pilpres 2014 disetiap Kabupaten/Kota di Kalbar.

Untuk pengambilan samplenya sendiri mengunakan Metode Multistage Random Sampling dengan Tingkat Kepercayaan 95 persen, dan Margin of error kurang lebih 2,2 persen. Sedangkan responden terpilih, adalah pemegang KTP Kalbar, sudah dan akan memiliki hak pilih pada saat Pilgub digelar tahun 2018. [ipk]

Komentar Pembaca
Korban Penggusuran Ragukan Janji Anies-Sandi

Korban Penggusuran Ragukan Janji Anies-Sandi

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 21:00:00

Anak Jenderal Pukul Anggota TNI AL?

Anak Jenderal Pukul Anggota TNI AL?

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Anies-Sandi Bakal Dapat Gelar Pembohong

Anies-Sandi Bakal Dapat Gelar Pembohong

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00