DPR Tindak Lanjuti Krisis Lingkungan Di Gunung Tujuh

Politik  SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 13:38:00 WIB

DPR Tindak Lanjuti Krisis Lingkungan Di Gunung Tujuh

RMOL

RMOL. Komisi IV DPR RI akan menindaklanjuti permasalahan lingkungan Gunung Tujuh di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Terkait adanya pro dan kontra terkait penambangan batu granit yang dilakukan di kawasan tersebut.
"Tentu kita akan menindaklanjuti hasil kunjungan spesifik Komisi IV ini kepada kementerian terkait, dalam hal ini menteri lingkungan hidup dan kehutanan," jelas Wakil Ketua Komisi IV Daniel Johan, seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin (11/9).
 
Dalam kunjungan spesifik ke Kayong Utara pada Kamis lalu (7/9), Komisi IV menyerap aspirasi masyarakat, baik yang pro maupun kontra dengan kegiatan penambangan.

Menurut Daniel, pemerintah harus mengkaji hal itu karena sumber air yang ada di antara Gunung Tujuh sangatl penting bagi kehidupan masyarakat setempat.
 
"Hutan yang lebat ini menjadi sumber air untuk satu kecamatan tapi mau dihancurkan. Sementara pemerintah selalu berusaha agar bagaimana mengatasi kekeringan di sejumlah daerah dengan menyiasati agar bisa tumbuh sumber-sumber air baru," ujarnya.
 
Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, lahan pertanian juga sangat bergantung dengan sumber air yang ada.

"Lahan pertanian di Kecamatan Teluk Batang akan hancur tanpa pengairan. Jadi kita harus menyelamatkan sumber kehidupan masyarakat," tambah Daniel.
 
Berdasarkan Perda Kabupaten Kayong Utara, Kecamatan Teluk Batang merupakan kawasan cagar budaya sehingga keluarnya izin yang memperbolehkan kawasan Gunung Tujuh sebagai lokasi pertambangan sudah menyalahi aturan yang sudah ditetapkan dalam perda. Selain masalah sumber air dan kawasan cagar budaya, pihak perusahaan juga tidak melibatkan masyarakat setempat dalam sosialisasi masuknya pertambangan di daerah itu.
 
Sementara itu, Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani menambahkan, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan terhadap izin yang dikeluarkan dalam peraturan perundangan-undangan yang ada, termasuk tata ruangnya.
 
"Penelitian lebih dalam lagi juga akan dilakukan, dan kami akan mengambil langkah-langkah sebagaimana yang harus dilakukan. Ini demi menyelamatkan masyarakat juga lingkungan yang ada di Gunung Tujuh," katanya.
 
Lanjut Rasio, pihaknya juga akan menelusuri izin yang dikeluarkan oleh Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kayong Utara.

"Sesuai dengan perundang-undangan atau tidak, kalau tidak sesuai maka kami akan mengambil langkah-langkah hukum," pungkasnya. [wah] 


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Rizal Ramli Puji Pernikahan Kahiyang Bobby

Rizal Ramli Puji Pernikahan Kahiyang Bobby

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00