Perajin Ikan Asin Di Desa Teluk Melano Menjerit

Daerah  SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 10:31:00 WIB | LAPORAN: AJIE KURNIAWAN

Perajin Ikan Asin Di Desa Teluk Melano Menjerit

Ilustrasi/Net

RMOL. Kelangkaan garam di Desa Teluk Melano, Pulau Lumukutan membuat para nelayan menjerit. Apalagi, para nelayan harus ke Kota Singkawang untuk mendapatkan garam, belum lagi harganya yang terbilang cukup tinggi.
Begitu dikeluhkan Budi, nelayan yang juga perajin ikan asin dari Desa Pulau Lumukutan kepada Kantor Berita RMOLKalbar, Senin (11/9).

"Padahal kami sangat memperlukan garam. Untuk mendapatkannya kami harus ke Kota Singkawang," kata dia.

Dikatakan Budi, saat ini untuk satu kali produksi, dirinya membutuhkan biaya Rp 280 ribu. Padahal, lanjutnya, sebelum ada kelangkaan dan penaikan, untuk sekali produksi dirinya mengelurkan biaya Rp 50 ribu.

"Kita butuh 50 Kg satu kali produksi, sekarang harganya Rp 280 ribu. Dulu satu kilo harganya Rp 1.000, kalau butuh 50 Kg ya butuh Rp 50 ribu," kata Budi. [ipk]

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

JUM'AT, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00