Muanas Beberkan Bukti Ujaran Kebencian Jonru Ke Penyidik

Hukum  SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 11:01:00 WIB | LAPORAN:

Muanas Beberkan Bukti Ujaran Kebencian Jonru Ke Penyidik

Ilustrasi/Net

RMOL. Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (PMJ) telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor akun media sosial atas nama Jonru Ginting, Muanas Alaidid.
Menurut pengakuan Muanas, saat diperiksa penyidik, dirinya telah membeberkan bukti hate speech yang diduga dilakukan Jonru.

"Saya ditanya soal hate speech. Kemudian menyerahkan bukti-bukti postingan (Jonru) di sosmed," kata Muanas dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (5/9).

Dari sekian banyaknya postingan Jonru yang mengadung unsur adu domba, salah satunya sentimen etnis, yakni "1945 Indonesia dijajah Belanda dan Jepang, 2017 Indonesia dijajah Cina".

"Menurut kami itu adalah sentimen bagi etnis-etnis tertentu, karena berdasarkan UU nomor 4 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras itu sudah tidak ada lagi istilah Cina-Pribumi. Yang ada WNI," kata dia.

Hal lain yang disebutkan Muanas dari postingan Jonru mengandung ujaran kebencian, terlapor menyebut penjajah Indonesia itu non muslim. Menurutnya, pernyataan itu tendensius terhadap agama, karena faktanya ada pahlawan-pahlawan yang non muslim.

Tidak hanya itu, Muanas juga menilai postingan Jonru mengandung sentimen terhadap individu. Dicontohkan, saat melarang umat Islam menunaikan shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal hanya karena ulama besar Quraish Shihab yang ditunjuk sebagai Imam. Termasuk soal asal usul Presiden Jokowi.

"Ini sentimen SARA-nya sudah akut, mengadu dombanya sudah luar biasa."

Diketahui, Jonru dilaporkan Muanas ke Mapolda Metro Jaya, laporan termuat dalam Nomor: LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus Tertanggal 31 Agustus 2017.

Dalam membuat laporan, Muanas menyerahkan sekitar 20 barang bukti tambahan, saat ini kurang lebih 80 alat bukti screenshot postingan Jonru diserahkan kepada penyidik. [ipk]

Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 21:00:00

Sri Mulyani Bikin Indonesia Rugi Ratusan Triliun

Sri Mulyani Bikin Indonesia Rugi Ratusan Triliun

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 19:00:00

Tak Ada Verifikasi Faktual Dalam UU Pemilu

Tak Ada Verifikasi Faktual Dalam UU Pemilu

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 17:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00