Penjualan Emas Antam Anjlok

Ekbis  SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 09:45:00 WIB | LAPORAN: HARIAN RAKYAT MERDEKA

Penjualan Emas Antam Anjlok

Net

RMOL. Kinerja PT Aneka Tambang (Persero) Tbk masih terpuruk di paruh pertama Tahun 2017. Penjualan emas yang menjadi tulang punggung Badan usaha Milik Negara (BUMN) tam­bang itu turun drastis sekitar 38 persen atau menjadi 3.298 kg dari 5.392 kg periode yang sama tahun lalu.
Akibat penurunan penjualan emas ini, pada semester I 2017, perseroan mencatat rugi periode berjalan sebesar Rp 496,12 miliar, hampir Rp 500 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, Antam masih mampu mencetak laba periode berjalan sebesar Rp 11,03 miliar.

Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo menjelaskan, anjloknya penjualan emas ini disebabkan oleh adanya gangguan fasilitas pemurnian logam mulia yang terjadi di awal 2017. Namun, Antam mengklaim permasalahan ini telah terselesaikan.

Selain penjualan emas, pada semester I 2017, volume penjualan feroniel Antam juga turun 4 persen atau menjadi 7.791 onnes of Nickel Contained in Ferronickel (TNi) dari periode serupa tahun lalu sebanyak 8.092 TNi.

"Penurunan volume penjualan feronikel dan emas ini mengakibatkan penjualan bersih Antam semester I 2017 turun 28 persen menjadi Rp 3,01 triliun, dibandingkan nilai penjualan semester I 2016 sebesar Rp 4,16 triliun," kata Arie dalam keterangan resminya kemarin.

Menurut Arie, penurunan volume penjualan imbas dari dilakukannya pekerjaan penggantian roof di electric smelting furnace (ESF) 3 dan optimasi fasilitas produksi pabrik FeNi III di Pomala, Sulawesi Tenggara yang memiliki kapsitas operasi 10.000 TNi per tahun.

Antam mengklaim, pekerjaan penggantian roof ESF-3 dan optimasi fasilitas produksi telah selesai dilakukan di pertengahan Maret 2017. Dengan begitu, tingkat produksi pabrik feronikel di Pomalaa telah kembali berjalan optimal.

"Selain masalah teknis, penurunan volume penjualan juga disebabkan adanya kebijakan manajemen untuk melakukan ekspor feronikel di paruh kedua 2017 seiring ekspektasi peningkatan harga nikel," sambung Arie.

Meski kinerja perseroan belum membaik, Antam mencatat pertumbuhan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization/EBITDA atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi pada paruh pertama tahun ini sekitar 35 persen atau menjadi Rp 361,8 miliar.

"Kinerja ebitda yang positif juga dapat diraih meski terdapat penurunan volume penjualan komoditas utama feronikel dan emas," kata Arie.

Laba kotor perseroan juga masih lebih tinggi pada semester pertama tahun ini, yakni Rp 134,7 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 119,9 miliar. [***]

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

JUM'AT, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00