Edi Sumarno Bantah Terima Rp 50 Juta

Hukum  RABU, 30 AGUSTUS 2017 , 03:00:00 WIB

Edi Sumarno Bantah Terima Rp 50 Juta

Edi Sumarno/RMOLBengkulu

RMOL. Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu, kembali menggelar sidang lanjutan kasus pemberian suap, dengan terdakwa Amin Anwari, yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen Kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera VII.
Sidang yang digelar, Selasa siang (29/8), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Ada empat saksi yang dihadirkan, yakni bekas Kasi Intel III Kejati Bengkulu Parlin Purba; bekas Asintel Kejati Bengkulu Edi Sumarno; Nur Maulik staf terdakwa Murni Suhardi; dan Teller BRI Kantor Cabang Bengkulu Meiyanti Firanita.

Mengejutkan, dalam persidangan, Parlin Purba selaku saksi, yang juga tersangka dalam kasus itu, mengakui dengan tegas bahwa dirinya meminta dan menerima uang dari terdakwa Amin Anwari dan Murni Suhardi.

Lain halnya dengan Edi Sumarno. Bekas Asisten Intelijen Kejati Bengkulu itu enggan mengakui bahwa dirinya telah menerima uang sebesar Rp 50 juta dari terdakwa Amin Anwari dan Murni Suhardi.

Setiap kali ditanya tentang uang tersebut, Edi Sumarno selalu menjawab tidak tahu dan tidak pernah menerimanya. Kembali saat ditanya tentang proyek BWSS VII di Air Manjunto Mukomuko, Edi Sumarno pun selalu membantah dengan menjawab tidak mengetahui terkait proyek tersebut.

"Apakah saudara saksi mengetahui proyek BWSS di Air Manjunto Mukomuko?" tanya Hakim Anggota Gabriel Siallagan kepada Edi Sumarno.

"Tidak tahu yang mulia," jawab Edi Sumarno singkat.

Hakim dan JPU terus berusaha mempertanyakan seputar uang Rp 50 juta, yang dinyatakan oleh Amin Anwari dan Murni Suhardi dalam BAP bahwa uang tersebut sudah diberikan kepada Bekas Asintel Kejati Bengkulu tersebut.

Namun kembali berulang-ulang Edi Sumarno membantah tidak mengetahui uang yang dimaksud.

Kesaksian Edi Sumarno bertolak belakang dari pengakuan Amin Anwari dan Murni Suhardi yang menyatakan telah memberi sejumlah uang sebesar Rp 50 juta kepada Bekas Asintel tersebut. Hal ini juga bertolak belakang dari yang tertera dalam surat dakwaan yang dibuat oleh JPU dari pihak KPK.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim JPU dari pihak KPK, Feby Dwiyandospendy menyatakan bahwa sejak dalam penyidikan Edi Sumarno tidak mengakui menerima suap.

"Memang sejak penyidikan pak Edi Sumarno tidak mengakui sudah menerima uang Rp 50 juta. Termasuk disini (persidangan) pun dia tetap tidak mau mengakui," jelas Feby seperti dimuat Kantor Berita RMOLBengkulu.

Namun, Ketua Tim JPU ini menegaskan bahwa alat bukti petunjuk yang dimiliki oleh penyidik dan tim JPU cukup kuat untuk membenarkan bahwa Edi Sumarno telah menerima suap proyek pembangunan/peningkatan jaringan Tersier kanan daerah Air Majunto Kabupaten Mukomuko.

"Alat bukti petunjuknya kuat bahwa saksi Edi Sumarno telah menerima uang suap. Nanti akan lebih jelas lagi pada saat (agenda sidang) pemeriksaan terdakwa," pungkasnya. [ipk]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Rizal Ramli Puji Pernikahan Kahiyang Bobby

Rizal Ramli Puji Pernikahan Kahiyang Bobby

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00