Kabupaten Tayan atau Revolusi?

Politik  SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 20:52:00 WIB

Kabupaten Tayan atau Revolusi?

Foto/Repro

RMOL. Massa yang mengatasnamakan Tim Pemekaran Tayan berunjuk rasa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/8). Mereka mendesak pembentukan Kabupaten Tayan.
"Tidak ada alasan pemerintah menunda-nunda realisasi Tayan sebagai CDOB (Calon Daerah Otonom Baru) di Kalbar," kata Kordinator Pemekaran Kecamatan Meliau, Yulius Tehau kepada wartawan usai unjuk.

Dikatakan Yulius, Tayan telah memenuhi kriteria sebagai daerah otonom baru, lepas dari Kabupaten Sanggau.

Merujuk Pasal 31 Undang-Undang Nomor 23/2014, pembentukan Kabupaten Tayan antara lain dalam rangka mewujudkan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan lainnya.

Dia lantas menyitir Pasal 410 yang berbunyi bahwa peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23/2014 ditetapkan paling lama dua tahun setelah ditetapkan, atau diundangkan.

"Ini sudah tahun 2017, artinya sudah lewat sejak Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 itu ditetapkan," katanya.

Jika Tayan tak ditetapkan sebagai CDOB, Tehau menyampaikan akan kembali menggelar demonstrasi dengan masa dari Tayan lebih banyak.

"Iya, kita sepakat kalau tidak direalisasikan tahun ini juga, kami akan demo lagi ke Senayan. Tentu dengan masa yang lebih besar," tukasnya.

Turun hadir dalam unjuk rasa kali ini Ketua CDOB Tayan Losianus, aktivis pemekaran Tayan Romelius Esto, Juki, Dionesius Dion, dan Rosyadi. Dalam aksinya mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Pemekaran Daerah Harga Mati, Pemekaran CDOB Tayan-Kalbar". Tulisan lain dalam spanduk, "Pemekaran Daerah atau Revolusi"[dem]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00